Raja FO Bagi Tips di Bisnis Wisata

Dari satu Factory Outlet, bisnis Perry Tristianto menggurita. Lewat bendera Perisai Utama Group, lelaki yang mulai berbisnis sejak 1995 silam ini kini memiliki belasan unit bisnis di Bandung. Lima unit yang paling menguntungkan adalah agrowisata strawberry di All About Strawberry, wisata berkuda di De Ranch, wisata kuliner tahu di Tahu Susu Lembang, wisata kuliner sosis di Rumah Sosis, hingga wisata pasar terapung Floating Market Lembang.

Wisatawan bisa menikmati beragam kegiatan menarik dan tentu saja menyenangkan. Teranyar, Perry membangun rumah Hobbit. Bentuknya sangat mirip dengan tempat tinggal Bilbo dan Frodo Baggins di Shire, desa penuh kedamaian di dunia rekaan J.R.R. Tolkien dalam Lord of the Rings dan The Hobbit.

“Kuncinya adalah inovatif dan jeli melihat tren, serta jangan mengikuti orang. Tapi, ikutilah kemauan pasar. Untuk itu dibutuhkan modal dan investasi yang besar, kalau tidak makan tidak akan bisa eksis,” katanya.

perry-tristianto-komisaris-dan-pendiri-perisai-utama-group Perry Tristianto, Komisaris dan Pendiri Perisai Utama Group (Foto: MIX)

Perry membuat wisata berkuda De Ranch seiring tingginya permintaan wisatawan untuk berkuda sembari menikmati indahnya Kota Kembang. Wisatawan juga bisa menikmati aneka jajanan orang Sunda dan Lembang di Pasar Terapung (Floating Market) Lembang.

“Jika tidak inovatif, bisnis tidak akan berkembang, alias stagnan. Masalahnya, bukan di keuangan, tapi gaya hidup masyarakat yang terus berubah. Untuk inovasi dibutuhkan investasi. Banyak pengusaha yang tidak mau keluar uang lagi untuk inovasi. Bisnisnya pun stagnan,” kata dia.

Menurut dia, inovasi dilakukan dari segi produk, harga, lokasi, maupun promosi. Saat membangun Factory Outlet Store tahun 1995, Perry berinovasi dengan membuka jaringan toko di Cibaduyut, Cihampelas, dan kota-kota lain yang dilirik para pelancong dari Jakarta. Namun, ia memutuskan menggarap bisnis wisata karena pasar fesyen di Bandung sudah begitu jenuh.

“Saya mengikuti tren, bukan berarti saya berubah bisnis. Untuk FO masih ada dua. Dari dulu, target market saya adalah wisatawan dari Jakarta. Tambahannya dari Malaysia dan Arab Saudi,” katanya.

Setelah mendirikan Factory Outlet Store tahun 1999, Perry berinovasi dengan meluncurkan All About Strawberry pada 2004. Konsepnya, wisata strawberry dengan memberikan experience tentang bagaimana orang memetik buah strawberry di kebun strawberry.

Selanjutnya, ia mencoba menawarkan konsep baru, Rumah Sosis pada 2007-2008. Resto tersebut dihadirkan dengan brand experience berupa tempat bermain atau rekreasi anak-anak. Resto-nya tentu saja yang berbau sosis. Waktu itu, belum ada yang menawarkan konsep seperti itu.

Pada 2008-2009, dia mencoba menawarkan konsep wisata berkuda dengan merekrut tukang kuda di pinggir jalan. Dia juga menyediakan kostum koboy bagi para pengunjung di sana. Inovasinya berlanjut dengan meluncurkan konsep pasar terapung di Lembang di tahun 2011.

Dia melibatkan para pedagang di sekitar Lembang untuk berdagang di sana, hanya dengan bagi hasil tanpa uang sewa. Ada banyak spot-spot menarik untuk menjadi lokasi foto di area tersebut. Perry juga menghadirkan Tahu Susu Lembang dengan menghadirkan pabrik tahu. Tahu buatannya bisa dibawa untuk oleh-oleh wisatawan.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)