Rambah Bisnis Ritel, PTPN Pasarkan Produk Minyak Goreng dan Gula

Holding PT Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mulai merambah bisnis ritel dengan memasarkan produk minyak goreng dan gula pasir untuk konsumen rumah tangga. PTPN menilai perlu mengembangkan bisnis ke sisi hilir untuk mendorong peningkatan nilai tambah sekaligus menjaga ketahanan pangan.

Direktur Utama PTPN, Mohammad Abdul Ghani, mengatakan, produk ritel tersebut diluncurkan dengan nama brand Nusakita. Sejauh ini, produk yang sudah mulai diproduksi yakni minyak goreng dengan kapasitas 1.500 ton per bulan. Pada akhir Agustus ini, perseroan menargetkan produksi naik menjadi 3.700 ton per bulan.

"Target ambisius kami, pada 2024, bisa mengisi enam persen pasar nasional minyak goreng, sekitar 240-250 ribu ton per tahun untuk ritel. Sudah saatnya PTPN serius memasuki industri hilir," kata Ghani dalam konferensi pers, Selasa (17/8).

Adapun untuk gula pasir, Ghani mengatakan, perseroan menargetkan pada 2024 mendatang setidaknya PTPN bisa memiliki pangsa pasar sekitar 10 persen atau 350 ribu ton per tahun. Selain minyak dan gula, Nusakita juga bakal merilis produk kopi dan teh sesuai komoditas yang dibudidayakan oleh perseroan.

Direktur Pemasaran PTPN Dwi Sutoro menambahkan, produk Nusakita akan didistribusikan secara nasional. Namun, untuk tahap awal hingga akhir tahun ini baru akan tersedia di area Sumatra Utara hingga Sumatra Barat serta wilayah Jabotabek

Adapun pemasaran dikerjasamakan dengan menggandeng distributor CV Cipta Usah Nagari dan dua start up nasional yakni TaniHub dan Warung Pintar. PTPN juga menjalin kerja sama dengan jaringan perusahaan BUMN seperti Warung Pangan milik PT BGR Logistic.

Ia menambahkan, dari sisi produksi minyak goreng, akan difokuskan pada produk minyak goreng yang diproduksi oleh anak perusahaan, PT Industri Nabati Lestari (INL). Sementara gula pasir diproduksi oleh berbagai anak PTPN yang berbisnis tebu atau gula dari kebun milik PTPN dan diolah dengan proses yang higienis sesuai standar tinggi.

"Adanya Nusakita sebagai brand nasional, tidak berarti mematikan brand lokal anak perusahaan yang selama ini sudah ada, tetapi justru saling melengkapi bisnis ritel holding PTPN, serta memperkuat brand-brand lokal tersebut," ujar Dwi.

Sumber: Republika.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)