Ranking EODB Naik, Potensi Indonesia Tarik Investor Startup

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusbandio Membuka IIF 2019

Kementerian Pariwisata dan Eknomi Kreatif melalui Direktorat Akses Non Perbankan, Deputi Akses Permodalan, bekerja sama dengan Mandiri Capital Indonesia menggelar Indonesia Innovation Forum (IIF) 2019. Acara ini dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusbandio dan Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar (11/12/2019).

IIF merupakan tema yang diinisiasi oleh Go Startup Indonesia (GSI), sebuah platform untuk mewadahi pengembangan startup di Indonesia. IIF
sendiri diselenggarakan dengan menghadirkan 500 investor yang tengah mencari startup potensial. Rangkaian acara IIF diantara lain adalah talkshow, pitching session, speed dating & coaching session, mandiri product factory, demo valley, dan awarding.

Dalam sesi talkshow, turut hadir beberapa pembicara pakar untuk membahas potensi startup di Indonesia. Deputi Bidang Perencanaan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Ikmal Lukman menyatakan pentingnya investasi bagi startup. Terlebih Indonesia sangat menarik di mata investor. Kontribusi Indonesia dari segi populasi saja sudah mencapai 50%-60%, sedangkan kontribusi ekonominya 38,5%.

Potensi dan daya saing Indonesia, seperti yang disampaikan Ikmal, terangkum dalam peringkat Ease of Doing Business (EODB) yang meningkat signifikan dalam 5 tahun. “Ranking EODB sangat penting karena menjadi salah satu indikator investor untuk berinvestasi,” jelasnya.

Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara, Robert Leonard Marbun, menyatakan Indonesia punya visi untuk memperkuat ekonomi digital. Dua hal penting dalam ekonomi digital adalah teknologi dan SDM.

Dalam proyeksi tahun 2045 yang dipaparkan Robert, jumlah penduduk akan mencapai 319 juta jiwa dengan porsi usia produktif 47%. Sebanyak 73% tinggal di kota dan 70% merupakan middle-class. Dengan potensi ini, Indonesia akan lebih mudah berinvestasi di SDM dalam membangun startup. Untuk menopang hal tersebut, pemerintah telah menganggarkan dana pendidikan secara bertahap sebesar lebih dari Rp 500 triliun. “Startup akan lebih cepat tumbuh apabila diisi oleh orang-orang yang kompeten dan kreatif,” ujar Robert.

Turut hadir pula Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Peter Schoof, yang menyampaikan beberapa program yang telah dilakukan Jerman untuk mendukung pertumbuhan startup. Menurutnya, hal terpenting adalah riset dan kolaborasi dari masing-masing platform agar nanti startup menjadi ekosistem yang saling melengkapi dan sesuai skala ekonomi.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)