Majakani Kanza Rebranding Jadi Majakanza

Eka Apriyosa Direktur PT Kanza Ekselensia Utama, produsen Majakanza

Obat keputihan yang merek sebelumnya adalah Majakani Kanza, mulai April ini rebranding atau berubah mereknya menjadi Majakanza. Produk ini diklaim produsennya bisa menjadi obat keputihan herbal yang aman, bisa merawat organ intim wanita dan mengobati miom pada rahim wanita.

Eka Apriyosa, Direktur PT Kanza Ekselensia Utama, produsen Majakanza menjelaskan buah manjakani dikenal sebagai kekayaan alam Indonesia yang bisa diolah menjadi obat untuk membantu elastisitas organ intim kewanitaaan. “Sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu di kalangan masyarajat Aceh. khasiat Manjakani bukan saja dapat dirasakan oleh kaum Hawa, tetapi secara tidak langsung juga membantu kepuasan pria dan wanita saat behubungan intim,” imbuhnya seperti disampaikan melalui siaran pers (13/04/2020).

Majakanza diformulasikan khusus dengan campuran buah majakani, herbal-herbal serta rempah-rempah pilihan melalui resep rahasia turun temurun, sehingga menghasilkan jamu yang berkualitas tinggi. Oleh karena itu jamu Majakanza asli buatan turun temurun keluarga ini lebih ampuh dan memiliki khasiat yang lebih banyak dibandingkan jamu olahan buah manjakani lainnya.

Eka mengatakan, produk ini diformulasikan dari resep turun temurun dengan memanfaatkan buah manjakani dan bahan herbal serta rempah-rempah tradisional lainnya. Kandungan dalam buah manjakani berkhasiat untuk membersihkan jamur dan bakteri di area organ intim kewanitaan. Khasiat lainnya sangat bagus untuk mengatasi cairan berlebihan di area miss V, membasmi bakteri penyebab keputihan, dan melancarkan dan membuat siklus haid teratur. Juga, berkhasiat untuk merapatkan kembali organ intim wanita.

Menurutnya, Majakanza juga mengandung zat-zat yang bermanfaat bagi peningkatan daya tahan tubuh. Satu kondisi yang sangat dibutuhkan pada masa-masa pandemi Covid-19 saat ini. Beberapa zat tersebut antara lain flavonoid, polyphenol dan beberapa vitamin B dan C yang larut air, serta vitamin A dan E yang larut lemak mampu.

Kandungan vitaminnya dapat meningkatkan imunitas karena memiliki aktivitas antioksidan yakni meredam radikal bebas dan menangkal berbagai penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Perpaduan kunyit, gambir, dan sirih semakin memperkuat manfaat curcuminnya. “Keluarga kami telah menggunakan ramuan buah manjakani dari generasi ke generasi. Resep ramuan ini kemudian kami tawarkan kepada masyarakat luas dalam bentuk Majakanza agar manfaat ini dapat juga dirasakan oleh wanita-wanita Indonesia secara luas,” ujar Eka.

Majakanza yang mulai dikomersialkan sejak 10 tahun lalu telah dikenal baik di kalangan wanita dan telah banyak terjual. Lebih dari 2 juta botol terjual dalam kurun waktu tersebut. Berdasarkan banyak testimoni tersebut, PT Kanza Ekselensia Utama kemudian mengajukan uji klinis terhadap Majakanza untuk mengetahui apakah Majakanza dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan miom dan kista, bahkan kanker. Uji klinis yang dipimpin oleh Prof. Dr. Titik Taufikurohmah, S.Si., M.Si melibatkan peneliti-peneliti dari berbagai institusi antara lain Jurusan Kimia dan Biologi Unesa, Fakultas Kedokteran Unair, Tropical Disease Center Unair, Laboratorium Kesehatan Daerah Surabaya, Fakultas Kesehata Masyarakat Unair, dan Lab Instrumen ITS.

“Penelitian ini dilakukan secara bertahap mulai dari penelitian laboratorium, kemudian diuji coba pada hewan, lalu diuji coba pada relawan manusia. Proses ini kami perkirakan membutuhkan waktu tidak lebih dari 2 tahun karena ada beberapa proses yang bisa kami lewati mengingat Majakanza sudah dipasarkan dimana keamanan dan khasiatnya telah terbukti berdasarkan pengalaman langsung pada manusia selama bertahun-tahun,” ujar Prof. Dr. Titik Taufikurohmah.

Kandungan yang terdapat pada Majakanza sudah memenuhi ketentuan BPOM karena 100% tidak mengandung zat kimia sehingga ama bagi tubuh, dan tidak melanggar aturan dari Food Drug Administration (FDA) yakni lembaga semacam BPOM untuk level dunia. “Uji klinis ini kami lakukan sebagai tanggung jawab kami terhadap para pelanggan agar tidak terjadi misleading di kemudian hari,” jelas Eka.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)