Rebranding Telkomsel, Bukan Sekadar Ganti Logo

Telkomsel resmi mengumumkan pergantian logo pada 18 Juni lalu, setelah selama 26 tahun Telkomsel menggunakan logo yang sama. Namun langkah strategis operator terbesar di Indonesia ini tidak berhenti di situ saja.  Secara keseluruhan strategi branding produk dan layanan Telkomsel pun berubah. Dengan perubahan ini, Telkomsel sebagai perusahaan digital terdepan, hadir untuk negeri membawa semangat pembaruan bagi seluruh lapisan masyarakat dengan #BukaSemuaPeluang.

Perubahan logo dan rebranding merupakan langkah lanjutan dari perjalanan transformasi Telkomsel yang telah dilakukan 5 tahun terakhir. Sejatinya transformasi dilakukan perusahaan sebagai upaya untuk tetap relevan dan tumbuh berkelanjutan. Ini punya yang diyakini Telkomsel sebagai perusahaan digital.

Seperti kita tahu, teknologi digital berkembang pesat. Dan ini makin pesat ketika pandemi Covid-19 melanda. Adopsi digital makin tinggi di tengah kondisi masyarakat yang harus di rumah saja.

Namun di luar itu, adopsi digital melahirkan berbagai layanan, inovasi dan perubahan gaya hidup baru. Telkomsel menjawabnya dengan strategi rebranding yang tepat mengikuti filosofi dan nilai-nilai dari logo barunya.

Direktur Utama Telkomsel, Hendri Mulya Syam, saat peluncuran logo baru Telkomsel mengatakan bahwa transformasi yang dilakukan Telkomsel secara konsisten dan berkelanjutan merupakan upaya menghadirkan produk dan layanan yang akan menjadi pilihan terbaik bagi pemenuhan gaya hidup digital masyarakat.

“Telkomsel juga ingin selalu membawa semangat baru yang akan tercermin dalam seluruh komitmen dan pengembangan lini bisnis kami sebagai simbol perubahan di tiap fase kehidupan masyarakat Indonesia,” terangnya.

Menurut Rachel Goh, Direktur Marketing Telkomsel, rebranding produk dan layanan Telkomsel merupakan upaya menghadirkan layanan dan produk berbasis digital yang akan membuka peluang dan memaksimalkan potensi diri, yang akan membawa masyarakat pada perubahan yang lebih berarti.

Dalam mewujudkan tujuan tersebut, lanjut Rachel, Telkomsel yang baru hadir bukan sekadar sebagai perusahaan operator seluler semata, tapi sebagai enabler. “Produk dan layanan Telkomsel harus bisa menciptakan kesempatan dan pengalaman baru, serta mendukung gaya hidup masa depan,” tandasnya.

Walau demikian, perubahan yang dilakukan baik itu di layanan maupun produk harus selaras dengan nilai-nilai baru yang juga mengiringi perjalanan transformasi Telkomsel. Nilai-nilai tersebut adalah Integrity, Purposeful, Empowering dan Exciting. “Nilai-nilai bau ini harus diaktualisasikan ke dalam integrasi produk-produk dan layanan berbasis digital Telkomsel yang lebih menyeluruh,” tandas Rachel.  

Sebagai operator seluler pertama, yang kini juga menjadi pioneer penyelenggara jaringan 5G, Telkomsel akan terus menjaga kepercayaan masyarakat sebagai operator yang identik dengan keandalan, kualitas dan aksesibiltas. Integritas ini juga diadopsi dalam rebranding produk dan layanannya.

“Lalu purposeful, sebagai flag carrier Indonesia, kami ingin melakukan yang terbaik bagi pelanggan, menjawab kebutuhan di setiap fase hidup mereka, bukan hanya apa yang benar bagi kemajuan kami,” terang Rachel.

Telkomsel juga berupaya menyediakan produk dan layanan yang memungkinkan pelanggan dan masyarakat tidak memiliki batasan pada apa yang dapat mereka capai. Di sinilah adopsi nilai empowering ada dalam produk dan layanan Telkomsel. Selain itu, nilai exciting, ini ditunjukan dengan menghadirkan ragam inovasi solusi layanan yang menarik, terus bergerak cepat namun tetap menyenangkan.

“Produk dan layanan Telkomsel harus menarik dan menginspirasi, yang bisa menhadirkan semangat antusiasme dan keyakinan yang tinggi bagi penggunanya,” katanya.

Rachel menambahkan, nilai-nilai tersebut didasarkan pada komitmen Telkomsel dalam  memperkuat trifecta digital yang meliputi Digital Connectivity, Digital Service, dan Digital Platform untuk menghadirkan ekosistem digital Telkomsel yang komprehensif dan terintegrasi melalui penerapan produk dan inovasi layanan berbasis best customer-centric solutions.

Selain itu, juga harus mengikuti pengembangan jaringan terkemuka secara berkelanjutan, serta berkolaborasi dengan perusahaan teknologi terkemuka dan mitra strategis di Indonesia dalam rangka meningkatkan pengalaman digital lifestyle masyarakat Indonesia.

Seperti kita ketahui, logo Telkomsel yang baru terinspirasi dari lekukan dan pola batik sebagai identitas budaya Indonesia. Warna merah yang telah menjadi ciri khas Telkomsel kini akan dilengkapi dengan kombinasi gradasi warna untuk memunculkan semangat excitement dan friendliness.

“Telkomsel yang baru akan membuka berbagai peluang dan kemungkinan pemanfaatan teknologi digital terkini secara efektif dengan kolaborasi lintas sektor yang dapat lebih memberdayakan setiap lini kehidupan bangsa, sekarang dan di masa depan. Dengan cara ini, komunitas, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lainnya akan membuat Indonesia semakin terhubung dan memperkuat ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan,” jelas Hendri.

Logo yang baru juga menujukan optimisme, bahwa Telkomsel akan mengajak penggunanya menuju masa depan yang lebih baik, yang membuka peluang untuk semua lini kehidupan. Pada logo tersebut disimbolkan dengan ‘portal’. “Portal ini seperti gerbang menuju dunia penuh peluang dan kemungkinan. Gerbang yang terbuka dan mengundang untuk masuk ke dunia digital yang terpercaya,” imbuh Hendri.

Perubahan Strategi Merek dan Layanan

Langkah rebranding strategy yang dilakukan Telkomsel dari perubahan logonya adalah menyederhanakan brand strategy dari seluruh layanannya. Untuk itu perusahaan secara bertahap mengubah pendekatan multi brand yang sudah dijalani selama 26 tahun menjadi monolithic brand .

Rachel Goh Direktur Pemasaran Telkomsel

Rachel menjelaskan dengan monolithic brand, tentu mengubah seluruh komunikasi kepada pelanggan,. Tapi ia meyakini, merek Telkomsel akan menjadi lebih kuat dan menonjol. Seperti kita tahu bahwa Telkomsel memiliki 4 merek prabayar simPATI, Kartu As dan Loop. Dengan monolithic brand, semuanya akan berada dalam satu brand, yakni Telkomsel Prabayar. Tentu saja dengan perubahan ini ada perubahan desain dari starter pack Telkomsel.

Sedangkan Kartu HALO berubah menjadi Telkomsel HALO. Rachel mengatakan perubahan nama dan logo pun dilakukan di layanan pasca bayar ini. “Namun begitu pelanggan tetap akan merasakan layanan terbaik pasca bayar Telkomsel di Telkomsel HALO ini,” tambahnya.

Untuk produk Orbit, yang merupakan layanan home internet Telkomsel, layanan aplikasi informasi dan pembelian Telkomsel, layanan IoT, serta layanan korporasi Telkomsel MyBusiness, layanan digital Telkomsel (video, games dan musik) juga dilakukan perubahan mengikuti nafas perubahan logo Telkomsel.

Dalam hal customer touch point (layanan purna jual), apakah melalui walk-in (GraPARI) maupun layanan Call Center, Virtual Assistant, dan layanan digital lainnya, Telkomsel tetap menghadirkan layanan terbaik, yang dikembangkan untuk lebih memberikan kemudahan kepada pelanggan. “Secara bertahap, layanan walk-in GraPARI, tata ruang dan desain ruang pelayanan akan mengikuti penggunaan desain logo terbaru,” kata Rachel.

Ia menegaskan walau terjadi perubahan logo produk dan layanan, pelanggan tidak akan merasakan kesulitan, bahkan akan lebih dimudahkan. Pelanggan tidak perlu berganti nomor ataupun kartu dengan adanya perubahan ini.

Perubahan bukan saja di elemen visual tapi juga pada musik dan lagu tema Telkomsel.  Dibantu Yovie Widyanto, Arsy Widyanto dan Tiara Andini, Telkomsel kini menggunakan musik baru yang akan merepresentasikan merk dari Telkomsel. Musik ini memadukan instrumen tradisional dan modern, menjadi sebuah musik yang energik, dinamis, modern dan orisinil.

Menggunakan lagu ciptaan Yovie, penulis lagu kawakan berjudul “Memilih aku”, melalui lirik dan melodinya, Telkomsel ingin menunjukkan  rasa syukur dan terima kasih Telkomsel kepada Indonesia yang telah memilih Telkomsel selama 26 tahun, dan komitmen kuat bahwa Telkomsel akan selalu ada untuk Indonesia.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Telkomsel yang baru hadir sebagai brand yang lebih ekspansif dan menarik. Maka dari itu, kami akan membawa layanan yang variatif dalam menjawab kebutuhan setiap pelanggan agar dapat lebih menikmati hidup dengan kemudahan teknologi dan gaya hidup digital masa kini,” kata Hendri.

Kedepannya, Telkomsel akan menghadirkan lebih banyak lagi produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan seiring dengan adanya perkembangan, dan memperkuat posisi sebagai digital telco company yang membantu masyarakat untuk #BukaSemuaPeluang.

Untuk mewujudkan ekosistem digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan, Telkomsel berinovasi untuk menghadirkan platform Kuncie yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan talenta-talenta di Indonesia dengan belajar langsung dari para praktisi dan ahli di bidangnya. Kehadiran Kuncie diharapkan dapat membuka peluang bagi entrepreneur baru yang nantinya akan menciptakan berbagai macam inovasi dan kesempatan baru bagi masyarakat.

Telkomsel juga berupaya untuk meningkatkan pemerataan jaringan 4G/LTE serta pengembangan jaringan dan teknologi 5G melalui berbagai macam use case, seperti AR, VR, dan Automated Guided Vehicle (AGV) di berbagai sektor industri untuk membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)