Regal Springs Targetkan Penjualan Global US$ 25 Juta

Yeri Afrizo, Head of Sales and Marketing Regal Springs Indonesia

Indonesia memiliki potensi perikanan luar biasa yang menarik minat berbagai perusahaan untuk turut serta mengelola sumber daya alam tersebut. Salah satunya adalah Regal Springs Group (RSG), perusahaan multinasional yang memproduksi ikan tilapia di Indonesia.

Setap harinya, menurut Yeri Afrizo, Head of Sales and Marketing Regal Springs Indonesia, perusahaan bisa memproduksi 200 ton ikan tilapia. Sebesar 150 ton di antaranya diproduksi di Medan dan sisanya di Semarang.

Awalnya, perseroan yang berdiri di Jawa tahun 1988 ini fokus mengekspor ikan lokal ke berbagai negara di dunia (70 persen diekspor ke Amerika Serikat). Namun, seiring dengan diakuisisinya perusahaan oleh Golden Springs Group tahun 2016, kini perusahaan mulai meluncurkan produk untuk dipasarkan dalam negeri bertajuk Regal Springs Naturally Better Tilapia.

“Pemilik baru melihat bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk 100 juta orang middle-class yang bisa membeli ikan walaupun mahal,” ujar Yeri di Jakarta, (14/6/2019).

Ia melihat, ada sekitar 25 ribu ton pasar ikan filet di Indonesia, namun belum ada produsen ikan tilapia lain yang serius menggarap pasar ini. “Kami adalah yang pertama yang masuk pasar lokal dengan membawa merek dan membawa logo ASC,” tegas Yeri.

ASC (Aquaculture Stewardship Council) merupakan lembaga sertifikasi yang mengawasi peternakan agar proses operasinya baik bagi lingkungan, pekerja, dan masyarakat setempat. “ASC ada 3 jenis sertifikasi. Pertama, tentang bagaimana cara kita berbudidaya, kedua tentang traceability (dari awal sampai akhir bisa ditrace asal usul ikannya). Terakhir, ASC untuk sosial,” ujar Yeri.

Memang, RSG menonjolkan diri sebagai perusahaan yang bertanggung jawab. Salah satu langkahnya adalah dengan menggelontorkan dana investasi US$ 3 juta untuk program Kami Peduli, yakni program budidaya perikanan berkelanjutan.

“Strategi investasi ini mengawali sebuah era baru bisnis kami di Indonesia. Kami bangga bahwa program budidaya perikanan berkelanjutan yang pertama didunia ini didesain dengan begitu komprehensif, juga menjadi program budidaya perikanan dan pemrosesan ikan berkelanjutan paling ambisius di Indonesia,” terang Yeri.

Ia menambahkan, tujuan utama dari fase pertama program Kami Peduli adalah untuk memproduksi rangkaian produk secara konsisten untuk pasar Indonesia dan ekspor, dengan program manajemen lingkungan hidup yang tertata, mendukung komunitas, serta memiliki standar produk.

Selain Indonesia, Global Springs Group juga memproduksi ikan di Danau Honuras dan Meksiko. Tahun ini, mereka menargetkan angka penjualan senilai US$ 25 juta untuk semua produk turunan ikan (filet, kepala ikan, kulit, dan lain-lain) dan US$ 10 juta untuk iklan filet saja.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)