Regional Hub DHL Express di Singapura Tingkatkan Konektivitas Internasional

Di tengah kondisi ekonomi global yang cenderung lemah, ASEAN tetap menjadi pasar yang berpeluang untuk tumbuh. Berdasarkan outlook ekonomi OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development), ASEAN diproyeksikan tumbuh 5,2% pada tahun 2016-2020, dibandingkan dengan 3,1% secara global. Pelaksanaan terbaru dari perjanjian Open Skies ASEAN juga akan mendorong pertumbuhan lalu lintas udara untuk penumpang dan kargo. Hal ini disampaikan oleh Lim Hng Kiang, Menteri Perdagangan dan Industri Singapura saat peresmian DHL South Asia Hub di Bandara Changi, Singapura, (18/10).

Peresmian DHL South Asia Hub di Singapura, 18 Oktober 2016 (foto: Jeihan Kahfi) Peresmian DHL South Asia Hub di Singapura, 18 Oktober 2016 (foto: Jeihan Kahfi)

Kelas menengah ASEAN juga diperkirakan akan mencapai 400 juta orang pada tahun 2020. Selain itu, tumbuhnya e-commerce di kawasan ini juga akan mendorong kebutuhan pengiriman barang yang cepat yang mana layanan ekspres udara akan semakin meningkat. Menurut Lim Hng Kiang, DHL Express South Asia Hub merupakan posisi yang strategis untuk menangkap pertumbuhan kargo udara di wilayah ini. “Pada tahun 2020, hub ini diproyeksikan menangani 258 penerbangan mingguan, meningkat 4 kali lipat dari saat ini,” ujarnya

Singapura sebagai salah satu hub logistik global memiliki ambisi besar dalam hal operational excellence industri logistik. Logistik adalah salah satu industri utama yang menjadi pokok dalam Industry Transformation Maps (ITM) dalam APBN 2016 Singapura.

“ITM akan membawa Singapura untuk lebih meningkatkan upaya meningkatkan produktivitas, mempromosikan internasionalisasi, dan upskill pekerja di industri logistik. Hal ini akan membutuhkan kemitraan yang erat antara Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri seperti DHL Express,” ungkap Lim Hng Kiang.

Menurut Frank-Uwe Ungerer, Senior Vice President and Managing Director, DHL Express Singapura hub ini memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan lebih efektif di era ekonomi on-demand. Dengan sistem yang sepenuhnya otomatis, fasilitas ini dapat memproses hingga 24,000 paket dan dokumen per jam serta dapat menangani lebih dari 628 ton kiriman, tiga kali lipat kapasitas penanganan kargo dan memproses kiriman enam kali lipat lebih cepat, bila dibandingkan dengan operasional manual di hub sebelumnya.

“Efisiensi yang lebih baik ini memungkinkan kami untuk melihat efisiensi operasional service centre kami di Singapura dari ujung ke ujung, memberikan layanan antar yang lebih cepat dan efisiensi bisnis yang lebih baik kepada pelanggan kami,“ kata Ungerer.

Dengan adanya regional Hub di Singapura ini akan berdampak pula pada pengiriman barang di Indonesia. Saat ini DHL memiliki 6 gateaway di Indonesia yakni di Jakarta, Medan, Batam, Surabaya, Denpasar dan Balikpapan. Pengiriman barang dari Indonesia akan melewati gateway yang tersedia sebelum menuju regional hub Asia yang terdapat di Singapura, Hong Kong, Shanghai dan Bangkok. Regional hub tersebut akan menghubungkan pada global hub DHL Express di Cincinnati, Leipzig, dan Hong Kong.

Secara global, DHL Express melayani total 220 negara dengan 250 pesawat khusus dan 30.600 kendaraan. Per tahunnya DHL dapat melayani pengiriman hingga 333 juta barang. Untuk di Indonesia jumlah pelanggaan aktif mencapi 11.000 orang dengan jumlah service centre sebanyak 25 unit dan 280 unit kendaraan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)