Rekening Green Savings untuk Nasabah yang Peduli Lingkungan

Rekening green saving

Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan, membuat Bank DBS Indonesia meluncurkan rekening Green Savings pada tahun lalu. Mengutip data yang dikeluarkan EY Future Consumer Index pada Februari 2022, responden cenderung memilih produk yang membawa misi berkelanjutan atau sustainable, termasuk di Indonesia. 72% responden tercatat memperhatikan dampak lingkungan dari apa yang mereka beli dan 68% responden memperhatikan dampak sosial. Selain itu, 52% pelanggan di Indonesia lebih memilih brand dengan visi yang sejalan dengan prinsip mereka.

Melalui Rekening Green Savings, nasabah berkontribusi dalam menyisihkan sebagian bunga tabungan mereka yang kemudian disalurkan kepada mitra wirausaha sosial pilihan DBS. “Rekening Green Savings yang telah hadir sejak tahun lalu bagi nasabah untuk mendukung keberlangsungan sosial lingkungan di Indonesia, mewujudkan dua dari tiga pilar keberlanjutan kami, yakni Responsible Banking dan Impact Beyond Banking,” ujar Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia Rudy Tandjung.

Dalam satu tahun, sebanyak 3.000 nasabah memberikan sumbangan dana untuk mendukung agenda sustainability salah satunya untuk petani kakao. “Indonesia sebagai produsen cokelat ketujuh terbesar di dunia kini dihadapkan pada berbagai masalah seperti kurangnya generasi baru petani kakao, usia pohon kakao yang sudah tua sehingga kualitas kakao menurun, serta minimnya pengetahuan petani kakao dan teknologi untuk menghasilkan cokelat yang berkualitas,” kata dia.

Dengan bantuan yang diberikan DBS, diharapkan dapat membantu petani dan menjadikan Indonesia sebagai tiga besar produsen coklat di dunia. Salah satu wirausaha yang menerima bantuan dana dari DBS adalah Krakaoa yang memproduksi olahan coklat. Dengan mengusung farmer-to-bar, Krakakoa membina petani kakao dengan memberikan pendampingan, akses bibit kakao unggul, dan fasilitas pascapanen sehingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas.

“Kontribusi yang terkumpul disalurkan kepada 20% dari total petani kakao di bawah binaan Krakakoa yang berlokasi di Lampung dan Sulawesi Barat,” kata Finance and Accounting Manager Krakakoa, Fatimah Aziss menambahkan. Dana tersebut termanifestasikan ke dalam program pembinaan berupa pemberian bibit sebanyak 20.250 bibit unggul, fasilitas Solar Dryer Dome untuk meningkatkan penyerapan biji kakao sebanyak 38%, serta fermentation boxes dan rak pengeringan yang mempercepat proses pengeringan biji kakao sehingga kualitasnya terjaga.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)