Rencana Apple Berinovasi dari Tang-Sel

Apple Fins Michael, Direktur R&D Apple Inc

Aturan pemerintah yang mensyaratkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dalam jumlah tertentu untuk telepon seluler berteknologi 4G LTE ternyata ampuh mendorong sejumlah prinsipal berinvestasi masif di Indonesia. Tak terkecuali, Apple Inc. yang kondang dengan produk iMac, iPad, dan iPhone dengan sistem operasi iOS. Perusahaan yang berbasis di Cupertino, California, AS, ini terpacu untuk memenuhi aturan tersebut agar dapat memasarkan produk iPhone 7 di Indonesia. Karena itu, Apple tak segan mengucurkan dana investasi puluhan juta dolar AS untuk membangun pusat penelitian dan pengembangan (R&D) yang berlokasi di kawasan Digital Hub, Green Office Park, BSD City, Tangerang Selatan.

Keputusan Apple sangat masuk akal. Sebab, Indonesia masuk tiga besar pasar utama Apple di Asia. Seperti dipaparkan Fins Michael, Direktur R&D Apple Inc., pihaknya memandang serius pasar Indonesia. “Kami melihat Indonesia adalah pasar yang penting bagi kami, serta adanya kebijakan aturan dagang untuk memenuhi TKDN yang ditentukan Pemerintah Indonesia, (sehingga) kami akan membangun pusat R&D pertama di Indonesia di Green Office, BSD City, Tangerang, Banten,” katanya kepada SWA di Green Office Park 9, BSD City, kantornya sementara lantaran kawasan Digital Hub tengah dibangun Sinar Mas Land.

Dana sebesar US$ 44 juta dibenamkan untuk membangun pusat inovasinya itu. Jumlah ini masih akan bertambah di masa mendatang. Menurut Michael, Apple masih akan menggelontorkan dana US$ 2,78 miliar hingga pertengahan tahun ini untuk keperluan R&D. “Kami tingkatkan dari semula hanya sebesar US$ 266 juta pada periode yang sama,” katanya menjelaskan.

Rencananya, pusat inovasi itu dioperasikan sepenuhnya pada Oktober 2017, setelah dipersiapkan sejak awal April tahun ini dan akan menyerap 400 tenaga kerja lokal. Apple telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan berbagai universitas, salah satunya Universitas Bina Nusantara. “Prosesnya akan terus berjalan, bulan depan kami akan perbanyak jalinan kerjasama, saat ini masih dalam penjajakan,” Michael mengungkapkan.

Salah satu layanan yang akan ditelurkan pusat inovasi Apple di BSD City adalah pengembangan aplikasi lokal yang bertujuan membantu masyarakat Indonesia lebih mengakrabi gawai besutan Apple. “Kami akan mengembangkan aplikasi yang 100% buatan Indonesia dan ditujukan untuk warga Indonesia, agar lebih ramah pengguna. Fokusnya di situ dulu, semakin ramah pengguna tanpa mengurangi kecanggihan akan meningkatkan angka penjualan,” Michael meyakini.

Demi mewujudkan rencananya itu, Apple akan mendatangkan ahlinya langsung dari luar negeri sebagai tutor untuk memberikan pelatihan kepada para tenaga pengajar di pusat riset tersebut. “Fasilitas pendidikan di sini diarahkan untuk mengembangkan aplikasi berbasis lingkungan atau Apple environment yang dapat dimanfaatkan pelaku industri,” Michael menerangkan.

Rencana lanjutannya, pusat inovasi Apple fokus membuat perangkat keras, termasuk untuk komputer, komunikasi, dan audio visual. Seluruh pengembangan ini masih dalam rangkaian proyek utama yang difokuskan R&D Apple saat ini, yakni Project Titan. Proyek itu merupakan rangkaian program mobil otonom, augmented reality, dan produk kesehatan.

Jika kerjasama ini berjalan baik, fasilitas serupa akan dibangun di berbagai daerah lain di Indonesia. “Rencananya memang ada di Sumatera, tetapi masih dalam tahap penggodokan,” ujar Michael.

Apple tidak hanya mendirikan pusat inovasi di Indonesia, tetapi juga di negara Asia lain seperti China. Pasalnya, kata Michael, penjualan Apple di China terus menurun hingga 12%, dari US$ 18,37 miliar pada kuartal I/2016 menjadi US$ 16,23 miliar pada kuartal pertama tahun ini. Karena itu, Apple berupaya membalikkan keadaan dengan membuka pusat inovasi di China. Di Asia, penjualan terbesar Apple disumbang oleh Singapura, disusul Indonesia dan Jepang dengan peningkatan penjualan 15-20% per tahun.

Prestasi Apple di tingkat global pun terus moncer. Michael menjabarkan, untuk pertama kali dalam lima tahun terakhir, iPhone berhasil menjadi ponsel terlaris di dunia. Pada laporan kuartal I/2017, periode Oktober-Desember 2016 Apple berhasil menjual 78,29 juta unit iPhone, naik dari 74,78 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. “Kami berhasil melebihi penjualan Samsung Electronics pada periode waktu yang sama, yakni 77,5 juta unit. Angka itu juga menunjukkan, iPhone 7 dan 7 Plus yang mulai dijual pada September 2016 ternyata sangat laris di pasar.”

Total pendapatan dari penjualan ponsel Apple mencapai US$ 54,38 miliar atau sekitar Rp 726,6 triliun dengan keuntungan bersih US$ 17,8 miliar. Pemasukan Apple dari sektor jasa pun tak kalah kakapnya. Seperti pendapatan dari App Store, Apple Pay, dan iCloud yang naik 18,4% menjadi US$ 7,17 miliar. Pendapatan dari aplikasi permainan seperti Pokemon Go dan Super Mario Run juga menjadi kontributor penjualan terbesar. Tahun ini, Apple menargetkan pendapatan global mencapai US$ 51,5 miliar-53,5 miliar dengan margin keuntungan 38-39%.

Reportase: Akbar Kemas/Riset: Elsi Anismar

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)