Resto Boleh Asing, Tapi Selera Harus Lokal

McDonald's Caroline Kurniadjaja, Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia,

Meski berasal dari luar negeri, namun berbagai restoran yang menyajikan makanan khas negeri asal mereka kini telah banyak merangkul cita rasa lokal Indonesia dalam sajiannya. Tren ini setidaknya nampak jelas pada tiga rantai restoran besar, McDonald’s, KFC dan Domino’s Pizza. Sebuah inovasi yang menggembirakan, karena selain cita rasa Indonesia telah diakui sejajar dengan sajian asing, menu lokal pun ada yang telah diangkat ke cabang restoran tersebut di mancanegara.

Salah satu restoran yang bisa dibilang konsisten menghadirkan menu baru bercita rasa lokal adalah McDonald’s Indonesia yang akrab disapa McD. Saban tahun, menjelang momen bulan puasa maupun hari kemerdekaan Indonesia di bulan Agustus, restoran keluarga asal AS ini rutin merilis menu baru dengan cita rasa lokal.

Seperti pada bulan Agustus tahun ini, McDonald’s menyuguhkan menu burger dengan daging olahan yang diramu dengan bumbu rendang. Burger Rendang ini hanya dijual pada waktu terbatas mulai 28 Juli hingga 10 September 2017 saja. Sebelumnya, di bulan puasa kemarin, McD pun menelurkan menu baru baru Paket Ayam Kremes Sambel Uleg. Tak disangka, sambal lokal ini cocok juga digabungkan dengan ayam tepung khas McDonlad’s.

Sutji Lantyka, Associate Director Communication McDonald’s Indonesia, memaparkan, perusahaannya senantiasa terbuka pada cita rasa lokal. “McDonald’s Indonesia terbuka pada menu baru terutama dengan cita rasa lokal, tapi memang kebanyakan ini masuk dalam menu LTO atau limited time offers,” jelas wanita yang akrab disapa Echi ini.

Caroline Kurniadjaja, Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia, menambahkan. pihaknya harus melalui tahapan yang cukup panjang untuk bisa menyajikan menu baru ke hadapan pelanggan. Pertama, prosesnya dimulai dengan inovasi menu yang dilakukan oleh tim lintas fungsi yang disebut tim menu. Tim lintas fungi ini merupakan ini gabungan dari beberapa bagian seperti menu, pemasaran, rantai pasok, jaminan kualitas, insight konsumen dan pelatihan.

Setelah melalui uji konsumen dan tes pasar, didapat produk yang baru, pihaknya lalu mengajukan ke MUI, memastikan kehalalan berbagai bahan baku yang digunakan. Kemudian, tim operasi dan training, mempersiapkan perlengkapan penyajiannya. Serta di bagian training memastikan tim lapangan bisa menyuguhkan menu baru dengan baik.

Sejauh ini, menurut Caroline, berbagai menu lokal yang ditawarkan McD berhasil mendapatkan respon pelanggan yang baik. Salah satunya adalah menu ayam kremes dan sambal uleg. “Menu itu kami keluarkan pas Ramadhan, puasa, momen ketika penjualan biasanya menurun. Tapi saat itu penjualan di minggu pertama kami luar biasa yang Ayam Kremes Sambal Uleg,” imbuh Caroline.

Selain itu, jika menu lokal atau menu tetap sukses mendulang pelanggan, tak menutup kemungkinan bisa diangkat ke pentas regional. “Seperti menu ayam yang awalnya di Indonesia, sekarang ini sudah dijual ke Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina sudah,” kata Caroline lagi, sumringah.

Semangat untuk mengusung rasa lokal ke dalam jajaran hidangannya pun turut dilakukan oleh pesaing ketat McD, Kentucky Fried Chicken atau yang tenar disebut KFC. Dikatakan Gandhi Lie, GM Business Development PT Fast Food Indonesia Tbk, yang menaungi KFC, ayam goreng yang disediakan KFC saat ini di seluruh Indonesia merupakan adaptasi cita rasa lokal. “Anda tahu bahwa KFC di Amerika hanya ada yang O.R., Original, yang tidak crunchy. Ayam KFC yang crunchy itu adalah adaptasi lokal,” ujar Gandhie.McDonald's

Menurutnya, penyajian ayam KFC crunchy atau garing itu dikarenakan orang Indonesia menggemari makanan gorengan yang renyah dan gurih. Itu sebabnya KFC mengangkat cita rasa ayam goreng tepung nan garing.

Gandhie menjelaskan, sebelum meluncurkan menu lokal, pihaknya berkoordinasi dengan KFC Global untuk menu dengan cita rasa lokal yang disuguhkan digerainya. Namun, selama menu baru tersebut mengikuti kaidah atau aturan KFC dalam hal kesehatan, kebersihan, tidak mengganggu kehalalan produk, dan proses operasional, KFC global akan cenderung menyetujui.

Sama seperti McD, KFC pun mengawali inovasi menunya dengan melakukan riset pasar. Salah satu hasil pooling masakan Indonesia yang paling banyak dan terkenal di dunia, didapati rendang, sate, kari dan nasi goreng. “Karena itu kami mengadopsi kari, rasa rendang atau ada juga nasi goreng dalam menu KFC,” imbuhnya.

Gandhi mengaku tidak tahu persis kinerja menu dengan cita rasa lokal di restonya. Namun, dengan keberadaan menu ayam garing KFC dari awal kemunculannya hingga kini, hal itu membuktikan keberadaan menu bercita rasa lokal memberikan kontribusi yang baik untuk KFC.

Antusiasme untuk menginjeksi cita rasa Indonesia ke dalam hidangannya juga turut bergaung di Domino’s Pizza, restoran makanan khas Italia itu. “Sangat penting memiliki cita rasa lokal dalam menu Domino’s Pizza. Walau pun sebenarnya konsumen membeli pizza untuk merasakan rasa internasional,” ujar Patrick McMichael Head of Domino's Pizza Indonesia senada seperti dua sejawatnya di McD dan KFC.

Domino’s Pizza pun pun memiliki tim pengembangan produk. Tim ini didukung oleh seluruh tim Domino’s Pizza di Indonesia dalam memberikan masukan cita rasa lokal apa saja yang bisa dihadirkan dalam menu-menu Domino’s Pizza. Demi mendukung proses tersebut, tim pengembangan produk Domino Pizza pun memiliki chef Indonesia yang mendukung agar setiap menu yang dihadirkan rasanya bisa diterima pasar.

Setidaknya dibutuhkan waktu tiga bulan bagi menu baru untuk bisa dipajang di papan menu Domino’s Pizza. Sama seperti kedua resto lain di atas, selain harus melewati tantangan riset dan produksi, menu baru juga harus melalui perizinan di MUI demi memastikan kehalalanya.

Patrick lalu menyebutkan menu, bercita rasa lokal yang kini telah masuk dalam Chef’s Premium Collection atau menu premium di Domino’s Pizza. Menu itu adalah: Pizza Ayam Bakar, menu ini menggunakan saus rendang pada ayam bakar yang ditabur di atas pizzanya. Patrick pun kerap memberi masukan terhadap menu yang akan disajikan. “Waktu awal saya cicipi menu ini pedas sekali, lalu kami lakukan adaptasi,” katanya.

Menu lokal lain adalah Tandori Chicken Pizza dan Beef Rendang Pizza, paket nasi dengan saus sambal, dan pada sajian penutup terdapat Martabak Chocolate Cake. “Saya pikir rasa lokal Indonesia sudah mendunia, lihat saja Westin Hotel juga menyuguhkan rendang pizza,” jelas Patrick. (Reportase: Herning Banirestu/Riset: Elsi Asnimar)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)