Restock.ID Dukung Pendanaan Industri Kreatif

Muhammad Farid Andika, CEO Restock.ID (kedua dari kiri)

Setelah mendapatkan registrasi dari OJK 2019 lalu Restock.ID atau PT Cerita Teknologi Indonesia, perusahaan yang menyediakan platform peer to peer (P2P) lending di Indonesia mulai menyusun langkah sosialisasi.

Salah satu event yang digagas mengusung tema “Reconnect” di Bandung. Event ini dirancang sebagai wadah, para pelaku industri kreatif dapat berkumpul dan melakukan networking dengan para pengusaha di wilayah Bandung dan sekitarnya.

Muhammad Farid Andika, CEO Restock.ID, menjelaskan, acara ini untuk menyampaikan beragam potensi dan solusi yang dapat mendukung pertumbuhan UMKM di era digital. “Kami ingin mengumpulkan berbagai UMKM industri kreatif di Bandung dan Jawa Barat untuk menyampaikan berbagai macam potensi dan solusi yang dapat mendukung pertumbuhan usaha mereka di era digital ini,” katanya.

Selain itu, juga akan dilakukan sosialisasi terkait Restock.ID sebagai platform P2P lending yang dapat menjadi solusi dan alternatif pendanaan bagi industri kreatif, serta dampaknya terhadap perekonomian untuk mencapai inklusi keuangan nasional.

Melalui acara sosialisasi ini, Restock.ID berharap dapat membantu para pengusaha di industri kreatif Bandung dengan memberikan informasi dan pengalaman mengembangkan usaha dari para ahli di bidang masing-masing. Di Reconnect ini juga akan dihadirkan para ahli dan praktisi pelaku usaha dari industri kreatif yang sudah cukup sukses di bidangnya masing-masing.

Farid berharap Restock.ID dapat membantu UMKM yang bergerak di industri ritel dan e-commerce dengan hadir sebagai perusahaan penyedia platform P2P lending pertama dan satu-satunya di Indonesia yang menggunakan stok barang jualan atau inventori sebagai jaminan untuk pembiayaan tambahan yang dapat digunakan untuk memudahkan cashflow memajukan usaha mereka.

Restock.ID menggunakan data perputaran persediaan, nilai persediaan, dan tingkat stok minimum sebagai dasar untuk proses penilaian kredit, memberikan jaminan yang lebih likuid dibandingkan dengan model pembiayaan tradisional.

Dalam aspek keamanan investasi, Restock.ID memiliki keamanan yang lebih tinggi melalui kemitraan terencana dengan payment gateways (untuk mengamankan repayment) dan warehouse & fulfillment platform (untuk mengamankan data persediaan dan pengiriman).

Menurut Johnson Halomoan, perwakilan Direktorat Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), OJK sebagai regulator akan membantu untuk melakukan pengawasan terhadap bagaimana jalan dan fungsi peer to peer lending. Lalu penjelasan terkait perbedaan peer to peer lending company dengan perbankan adalah tidak mengolah risiko, dikarenakan lender yang akan menanggung risiko tersebut jika terjadi gagal bayar. Oleh karena itu, P2P lending berhak untuk memberikan informasi yang transparan agar pihak borrower maupun lender dapat mengerti apa yang mereka berikan, baik itu memberikan pendanaan atau meminjam dana.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)