Restock Menyalurkan Rp 750 Miliar ke UKM

Restock.id, perusahaan peer to peer (P2P) lending, pada 2021 menyalurkan dana kepada para borrowers-nya (penerima pembiayaan/UKM) senilai Rp 750 miliar atau meningkat drastis dari Rp 12 miliar di 2019 dan Rp 150 miliar pada 2020. Perusahaan yang beroperasi pada September 2019 ini mengklaim pencapaian penyaluran dana tersebut disebabkan oleh model bisnis yang unik lantaran mengalirkan dana kepada UKM produktif berbasis sistem inventory financing.
Chief Sales Officer Restock Rega Sardjono, mengungkapkan penyaluran dana Restock pada 2020 sebesar Rp 150 miliar, kemudian naik menjadi Rp 750 miliar di 2021. “Meningkatnya penyaluran dana kepada para borrowers ini terjadi karena beberapa hal. Model bisnis Restock terbilang cukup unik, berbeda dengan P2P lending lainnya yang menyalurkan dana kepada perseorangan dan produk multiguna. Kami menyalurkan dana pada usaha-usaha kecil dan menengah produktif, dengan sistem inventory financing,” tutur Rega dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/1/2022)
Sistem inventory financing itu persediaan atau stok produk terbaik UKM yang dijadikan jaminan untuk memperoleh pembiayaan dari para lender. Rega menjelaskan Restock menargetkan usaha-usaha industri yang berbasis ritel dari UKM lokal yang bergerak di produk fashion retail, consumer goods seperti gula, minyak, kosmetik, dan berbagai jenis barang yang biasa ditemukan di supermarket, termasuk usaha-usaha direct-to-consumer.
Restock juga telah memberikan pendanaan pada UKM ritel yang bergerak di industri healthcare (masker, antigen, PCR, hand sanitizer) yang booming di masa pandemi Covid-19. Restock menyasar UKM yang cenderung unbankable karena banyak institusi keuangan lainnya yang belum dapat menerima pengajuan pinjaman dari para pengusaha UKM.
Rega menjabarkan di masa pandemi ini ekosistem pendukung retail online semakin menguat dan membantu bisnis UKM untuk semakin maju. “UKM-UKM ini kesulitan mendapatkan pendanaan dari institusi keuangan lainnya karena kurang atau tidak ada jaminan berupa aset yang cukup, padahal mereka punya potensi tinggi untuk maju dan berkembang. Di situlah Restock menawarkan pembiayaan usaha berdasarkan stok barang yang mereka miliki,” lanjut Rega.
P2P lending yang berbasis di Jakarta ini juga mereferensikan ekosistem yang mendukung bisnis para borrowers, seperti pergudangan (penyediaan lokasi dan pengiriman barang) yang membantu UKM mengembangkan dan mengelola sistem logistik dengan lebih efisien dan efektif. Sampai awal 2022 ini, penerima pembiayaan Restock sudah mencapai 120 UKM yang tersebar di seluruh Indonesia.
Erigo Store, UKM yang mendapat pinjaman dana dari Restock sejak tahun 2019, bertransformasi dari penjualan offline menjadi online karena pandemi, yang kemudian sukses luar biasa. Kini omzet Erigo Store mencapai miliaran rupiah. “Restock adalah P2P lending yang telah membantu dan mendukung Erigo untuk mengimbangi tingginya permintaan customer dalam beberapa tahun terakhir ini,” ujar Muhammad Sadad, Founder & CEO Erigo Store yang mengapresiasi Restock menyalurkan dana ke UKM.
Selain Erigo Store, jenama UKM lainnya yang dibiayai Restock dan menghasilkan kesuksesan adalah Geoff Max yang kini memiliki ratusan ribu consumer, Torch.id (perlengkapan traveling) dan Santis (produsen masker lokal dan peralatan kesehatan lain). “Tidak ada borrowers kami yang mengalami kredit macet di Restock.id, dan sekitar 80% penerima pembiayaan mengajukan pinjaman lebih dari satu kali. Tingkat keberhasilan pembayaran mereka sampai saat ini mencapai 100%,” ucap Rega yang merupakan lulusan S1 Institut Teknologi Bandung (2008) dan lulusan S2 Business Administration Babson College, Amerika Serikat (2018).
Target 2022
Restock pada 2022 menargetkan pembiayaan ke UKM sebesar Rp 1,5 triliun dan menambah ekosistem kemitraan bisnis di bidang-bidang lain, seperti industri social commerce dengan Evermos, sebuah platform lokapasar untuk reseller and dropshipper, serta industri beauty, bersama Nose Herbalindo. “Saat ini kami juga dalam proses penjajakan kerja sama dengan beberapa perusahaan lainnya dengan harapan bisa memperluas ekosistem dari Restock, dan agar dapat mewujudkan mimpi kami menjadi akseleran untuk para UKM di Indonesia” kata Rega.
Para borrowers Restock.id sudah siap untuk berkembang lebih cepat di tahun 2022. “Kami pun siap mengembangkan berbagai ekosistem dan teknologi pendukung lainnya yang dapat mempercepat pertumbuhan industri UKM dan membantu lebih banyak borrowers yang memiliki potensi bagus,” ucap Rega, eksekutif Restock yang berusia 31 tahun ini.
www.swa.co.id