RI-AS Tingkatkan Hubungan Perdagangan

Kementerian Perdagangan memfasilitasi pertemuan pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat dalam forum bisnis dan one-on-one business matching di KBRI Washington DC, Amerika Serikat (AS). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari misi dagang Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita untuk menjaga keseimbangan hubungan dagang dengan AS.

AS merupakan salah satu pasar ekspor utama dan mitra dagang Indonesia. Hubungan antar pelaku usaha dari dua negara juga perlu didorong dan ditingkatkan. “Forum bisnis ini diadakan untuk meningkatkan hubungan ekonomi antara Indonesia dan AS di tengah persaingan bisnis dunia yang ketat,” jelas Enggartiasto Lukita. Forum bisnis dan business matching diselenggarakan lewat kolaborasi Kemendag dengan KBRI Washington DC, perwakilan-perwakilan perdagangan Indonesia di AS (Atase Perdagangan DC, ITPC Chicago dan LA), lembaga US Indonesia Society (USINDO), dan Kadin AS.

Forum ini menghadirkan 32 perusahaan Indonesia untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama di Washington DC. Digagas untuk mendorong peningkatan kerja sama dagang Indonesia dan AS dari sektor swasta, selain lewat upaya bilateral antar pemerintah. “Forum ini sekaligus untuk menjaga dan mempererat hubungan dagang kedua negara yang saling menguntungkan. Diharapkan bisnis dan perdagangan diantara kedua negara dapat terus meningkat,” ujar Enggar.

Sementara itu, pelaku usaha dari Indonesia yang turut serta antara lain produsen ban mobil, minyak kelapa sawit, produk pertanian dan hortikultura, perikanan, baja, aluminium, tekstil & produk tekstil, makanan & minuman, produk susu, dan consumer goods. “Para pelaku usaha Indonesia yang memiliki mitra dagang di AS siap meningkatkan transaksi dagang business-to-business (B2B) dengan para pelaku usaha AS. Hal ini terbukti dengan adanya penandatanganan kerjasama perdagangan antar pelaku usaha kedua negara,” imbuh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Arlinda.

Misi dagang ke AS ini telah membuka kesempatan bagi Indonesia dan AS untuk meningkatkan perdagangan. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan total perdagangan Indonesia dan AS tahun 2017 sebesar US$25,91 miliar. Ekspor Indonesia mencapai US$17,79 miliar dan impor Indonesia sebesar US$8,12 miliar. Dengan demikian, Indonesia surplus terhadap AS sebesar US$9,67 miliar.

Ekspor utama Indonesia ke AS antara lain udang, karet alam, alas kaki, ban kendaraan, dan garmen. Sementara impor utama Indonesia dari AS antara lain kedelai, kapas, tepung gandum, tepung maizena, serta pakan ternak. Total perdagangan Indonesia-AS tahun 2017 meningkat 10% dibandingkan tahun 2016 yang tercatat sebesar US$23,44 miliar. Sementara itu, nilai perdagangan kedua negara untuk periode Januari-Mei 2018 telah mencapai USD11,85, meningkat dibandingkan periode yang sama sebesar US$10,65 miliar.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)