Ribuan Peminjam TangBull Tech Dilayani Desk Collection

(kiri) Direktur PT Tangbull Tech Indonesia, Leo Crys Canpio

Pertumbuhan platform finansial berbasis Internet berkembang maikn pesat. Hal ini mendorong PT Tangbull Tech Indonesia mendirikan platform pinjaman berbasis Internet yang mempertemukan penerima pinjaman dan pemberi pinjaman.

“Kami hadir dengan visi dan misi yang bisa menjembatani sebagai solusi yang cepat dan tanggap. Dalam waktu satu tahun, TangBull Tech Indonesia sudah menyalurkan pinjaman kepada ribuan orang penerima pinjaman untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari,” kata Direktur PT Tangbull Tech Indonesia, Leo Crys Canpio di Jakarta (16/8/2018).

Platform TangBull lebih menyasar ke para pengembang startup dan usaha kecil dan menengah yang berbasis internet atau sektor lain. Namun pada perkembangannya, ada kebutuhan masyarakat yang bersifat darurat, misalnya biaya pengobatan, pendidikan anak, dan kebutuhan mendesak lainnya.

Lewat platform ini pun TangBull berhasil mempertemukan lender dan borrower via ponsel guna membantu memenuhi kebutuhan finansial masyarakat sehari-hari, pengembangan usaha dan lain sebagainya. “Ini sesuai dengan misi kami menjadi solusi finansial melalui perkembangan teknologi yang cepat tanggap dengan kemudahan akses dan terpercaya,” kata Leo lagi.

Meskipun begitu, di era digital ini sering kali berbagai kemudahan itu malah berkesan meresahkan. “Kami dari Tangbull tidak memungkiri bahwa saat ini muncul kesan bahwa pinjaman berbasis teknologi meresahkan masyarakat, terutama bagi individu yang mengajukan pinjaman tersebut. Proses yang dianggap tidak nyaman ketika pinjaman sudah berjalan adalah ketika peminjam tidak dapat memenuhi kewajiban sesuai jadwal untuk menyelesaikan pengembalian dana,” kata Leo.

Kesan yang muncul adalah seolah pengguna merasa dikejar, terjebak, dan terintimidasi. Pada kondisi yang tidak ideal ini, pihak yang paling dianggap menakutkan adalah pihak yang berkomunikasi langsung dengan para pengguna pinjaman berbasis teknologi.

Teknologi yang diaplikasikan selain memberi alternatif pinjaman juga secara otomatis menjadi pengingat kepada peminjam ketika ada kewajiban yang sudah terjadwal dan hal-hal lain yang perlu disampaikan.

“Tangbull ebagai platform teknologi juga menyadari pinjaman ini dilakukan oleh individu manusia, yang pada suatu ketika menghadapi situasi yang tidak diharapkan. Di sinilah ada layanan nasabah yang disebut Desk Collection untuk memahami lebih jauh apa yang menjadi kendala di pihak nasabah,” kata Leo.

Desk Collection Tangbull adlah pihak yang mengomunikasikan atau mengingatkan para user untuk melakukan pengembalian dana sebelum jatuh tempo sesuai termin yang sudah disetujui pada saat pendaftaran. Selain itu, tujuan dari divisi ini adalah bekerja sama dengan para user untuk mencegah bertambahnya kewajiban yang tidak seharusnya dibayarkan ketika melewati masa tenggang.

Terkait fungsi Desk Collection inilah, ketidaknyamanan user sempat muncul. TangBull pun tidak tinggal diam, dan melakukan penyelidikan apakah proses tersebut dilakukan sesuai secara prosedur yang ditetapkan oleh kebijakan perusahaan dan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Seperti salah satu wujud partisipasi kami untuk terus bekerja sama dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan menanggapi respons ketidaknyamanan masyarakat, terutama user dalam proses tersebut. Perwakilan Tangbull sudah mengundang user yang merasa tidak nyaman untuk ke kantor dan menyelesaikan dengan mencari jalan keluar yang memuaskan dengan nasabah yang bersangkutan,” Leo menjelaskan.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)