Ribuan Petani Kopi di Lampung Minta Pemerintah Hilangkan SSG Philippine

Sebanyak 1.200 petani kopi di Lampung hasil binaan PT Torabika Eka Semesta (Torabika) berharap Presiden Joko Widodo untuk membantu menyelesaikan persoalan penjualan hasil panen yang terus menurun.  Melalui Agus Susilo, petani yang ditunjuk untuk mewakili ribuan kelompok tani binaan Torabika berkirim surat kepada Kepala Negara RI itu.

Agus berharap Torabika yang selama ini membeli hasil panenan kopi petani Lampung kembali membeli dengan jumlah sesuai hasil panen. Menurut nya, sekarang Torabika Sekarang hanya mampu membeli  separuh dari jumlah yang dulu biasanya dibeli. Kedua pihak berdiskusi untuk mengetahui duduk masalahnya. Maka kelompok tani ini pun melakukan konfirmasi ke pihak manajer pembelian Torabika alasan tidak bisa membeli seluruh hasil panen.

"Setelah dilakukan konfirmasi ke pihak manajer pembelian dariTorabika,  ternyata ekspor kopi produksi Torabika ke Filipina mengalami penurunan akibat adanya kebijakan bea masuk SSG terhadap kopi dari Indonesia," ungkap Agus dalam siaran pers (23/2/2021).

Atas persoalan itu Agus memohon kepada pihak pemerintah pusat untuk melakukan langkah diplomasi dagang agar pihak Filipina tidak mengenakan bea masuk kopi, melihat bahwa ekspor kopi Indonesia adalah Salah satu fokus utama dari Presiden Jokowi.

Agus berharap, jika Filipina tidak mengenakan bea masuk ekspor kopi Torabika maka pengiriman kopi ke Filipina akan meningkat. Dengan demikian, kebutuhan akan kopi juga meningkat. Agus berharap paling tidak seluruh hasil panen kopi petani Lampung bisa terbeli semuanya.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)