Rini Dorong Hilirisasi Produk BUMN Agar Lebih Komersil

Meneg BUMN Rini Soemarno menantang PT Len Industri (Persero) dan BUMN lain, melakukan hilirisasi produk atau inovasi agar lebih komersial dan berpotensi ekspor untuk mencukupi economic scale produksi. 

Pada acara perayaan HUT ke-27 Len sebagai BUMN itu, setelah berkeliling melihat beberapa inovasi yang dilahirkan Len di kantornya di Bandung, Rini menyampaikan tantangannya itu. Agar lebih berdampak besar, Rini mendorong BUMN untuk bersinergi, melihat kebutuhan sendiri lalu berinovasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, memproduksi dengan economic scale yang cukup agar sesuai yang dihasilkan dengan jumlah karyawan yang mendukungnya. 

“Produk bagus memang tidak langsung sempurna, ada riset terus untuk meningkatkan kualitas produk sesuai kebutuhan pasar. Pindad itu sempat dilecehkan jangan beli senjata dari mereka, katanya nanti bukannya menembak musuh malah diri sendiri. Hal ini melecut untuk menbuktikan dengan riset, terus memperbaiki produk yg ada,” jelasnya di Bandung saat sambutan. 

Sekarang senjata Pindad yang dikembangkan berkat sinergi dengan Len itu sudah 11 kali juara dunia ajang senjata dunia, bahkan sudah bisa menjual amunisi ke AS. “Saya mendorong produk pertahanan, jua produj BUMN lain lebih komersial, menuju hilirisasi hingga bisa ekspor,” tuturnya.

Terlebih saat ini kondisi Rupiah yang melemah terhadap US$, menurut Rini diperlukan dukungan sinergi BUMN melahirkan produk yang berdaya saing ekspor. “Tidak bisa sendiri, harus juga didukung pengguna,” katanya. Ia menegaskan untuk itu BUMN harus masuk ke industri hilir karena uangnya ada di sana, langkah paling strategis mewujudkan ini adalah dengan sinergi. Len Industri mendukung pemerintah dalam sinergi BUMN dengan melahirkan inovasi-inovasi yang mendukung pengembangan produk BUMN lain.

Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Zakky Gamal Yasin Len Industri, mengatakan, dengan memiliki visi menjadi perusahaan teknologi kelas dunia, maka Len diharapkan akan menjadi pelopor terdepan dalam revolusi teknologi. Dalam acara di Len Industri dengan tema Excelen: Inovasi untuk Negeri ini, Rini disaksikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil meluncurkan produk-produk inovasi Len dan melakukan pelepasan produk ekspor dari PT Pindad, PT Dahana dan PT Bio Farma yang merupakan bagian dari sinergi BUMN untuk membangun negeri. 

“Hari ini kita saksikan Biofarma ekspor vaksin ke 4 negara. Dahana mengekspor bahan peledak ke Australia, Pindad juga mengespor senjatanya. Total nilai ekspor US$ 5.2 juta, nilai ini setara dengan ekspor 74 ribu ton batu bara. Hanya saja nilai ekspor hari ini dikerjakan 5300 pegawai sedangkan batu bara hanya 200 orang, jadi secara economic scale ini masih rendah. Penting maka itu kita mendorong hilirisasi produk,” ujarnya.

Di saat yang sama Ridwan Kamil, menjelaskan. “Saya menawarkan diri sebagai marketer produk BUMN-BUMN ini di luar negeri karena marketer paling bagus untuk perusahaan suatu daerah ya pimpinan daerah tersebut." Namun, ia akan menagih komitmen BUMN untuk turut membantunya memecahkan solusi masalah-masalah yang dihadapi daerah itu. Ia mengusulkan dibuatnya Forum BUMN Jabar yang di dalamnya bisa menjadi tempat memecahkan masalah Jabar. 

Ridwan mencontohkan mestinya bisa diwujudkan kompor listrik dengan watt rendah yang ia bisa dorong digunakan masyarakat Jabar. Lalu soal masalah sungai Citarum yang sangat kotor diharapkan bisa dicari solusi mengatasi dengan cepat. “Saya lihat ada kapal khusus di Jerman yang khusus memeluk sampah, sehingga sungai cepat bersih. Atau bisa juga dengan mengembangkan desa pintar, didukung listrik solar dari Len,” katanya.

Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadja, Sekjen Kemhan RI, dalan sambutan yang dibacakan saat acara, industri pertahanan tidak akan berkembang tanpa sinergi selain dukungan riset yang kuat. Maka itu digandenglah Len, sehingga lahirlah beberapa produk pertahanan yang sudah diakui dunia. Ia yakin industri pertahanan Indonesia akan bisa sejajar dengan negara lain. Produk senjata serbu salah satunya, setelah dilakukan riset dan pengembangan kembali bersama Len, kini diakui sebagai senjata serbu terbaik dunia. Dibuktikan dengan beberapa kali ikut ajang dunia di industri pertahanan termasuk ajang di Austalia belum lama ini, senjata serbu Pindad ini menjadi yang terbaik.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)