Ritel TokoKarya Usung Konsep Koperasi

Tim TokoKarya pada pembukaan perdana gerainya di Timika Papua

Tahun ini industri ritel Indonesia kehadiran pemain baru yaitu TokoKarya. Toko ritel modern dengan konsep koperasi ini digagas oleh Juarsa Omardikarta dan Fadel Muhammad, salah dua tokoh Koperasi di Indonesia.

Pembukaan perdana TokoKarya berlangsung di Timika, Papua pada akhir April lalu. Pemilihan lokasi yang unik dan jauh dari Pusat kota Jakarta ini untuk memberikan warna baru dan pilihan belanja retail toko modern di daerah Timur Indonesia.

TokoKarya adalah anak perusahaan Induk Koperasi Karyawan (Inkopkar) yang memiliki visi untuk membantu karyawan di level bawah dan buruh yang kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan rumah tangga sehari-hari seperti kebutuhan sembako.

Keunikan TokoKarya adalah perusahaan ini bergerak bersama masyarakat dengan menggunakan jaringan koperasi seluruh Indonesia. Perseroan memiliki visi untuk membantu pemutakhiran sistem toko koperasi di seluruh Indonesia dengan menghadirkan konsep toko yang bersih, apik, modern tanpa melupakan fungsi koperasi bagi masyarakat banyak.

Memasuki bulan Ramadan, pihaknya berharap dapat memberikan warna baru dan pilihan belanja murah bagi masyarakat khususnya para karyawan-karyawan yang tergabung dalam koperasi-koperasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kami hadir di Timika sebagai suatu langkah nyata TokoKarya untuk memberikan denyut perekonomian berbasis koperasi masyarakat dengan konsep modern dan apik. Dengan sistem IT yang mutakhir, pengelolaan toko yang rapih dan apik, kami berharap masyarakat disini dapat rasakan hal yang lain dalam pengelolaan toko koperasi modern,” ujar Nawan Basuki, Direktur Operasi TokoKarya pada siaran pers yang diterima SWA Online (01/05/2019).

Nawan menambahkan, TokoKarya dalam operasionalnya bekerja sama dengan Goro dan koperasi-koperasi karyawan seperti Jayawijaya di daerah Timika, Papua. “Dengan konsep koperasi, para anggota koperasi dengan mudah dapat berbelanja menggunakan sistem kartu TokoKarya yang menjadi kartu anggota serta kartu debit belanja di gerai TokoKarya di seluruh Indonesia. Para anggota dan masyarakat dapat dengan mudah berbelanja tanpa harus pusing sebab semua dana telah dikumpulkan di dalam kartu ini,” jelas Nawan. Dengan limit Rp2 juta diharapkan dapat cukup memberikan kenyamanan berbelanja para pelanggan.

Perdagangan ritel modern adalah salah satu kanal perdagangan yang paling cepat di Indonesia. TokoKarya mengharapkan mini market ritel modern yang mereka bangun tidak mematikan pasar tradisional namun justru bekerjasama dengan menghadirkan konsep koperasi dan ekonomi kemasyarakatan.

Sekarang para peritel modern meluaskan jaringannya di provinsi hingga ke kepulauan timur Indonesia yang umumnya belum tergarap dan kurang fasilitas. TokoKarya berharap kehadiran jaringannya dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat di Timur Indonesia.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)