RS Tebet Raih Penghargaan sebagai RS Trauma Center

Rumah Sakit Tebet yang dikelola Yayasan Bina Sehat Interna (YBSI) ini mendapat pengukuhan sebagai rumah sakit bermutu dan terpercaya dari BPJS Ketenagakerjaan sebagai Rumah Sakit Trauma Center (RSTC) Terbaik. Rumah sakit ini didirikan oleh Profesor dr. Wilfried Herdin Sibuea dan Marie Soemarsih Subuea.

Rumah sakit ini berawal dari sebuah klinik praktik bersama dokter spesialis di Tebet pada 2 April 1982. Kini selain memiliki learning center, juga ada dua Klinik Pratama yang memberikan pelayanan kesehatan bermutu, holistik, kompetitif dan terpercaya. “Saya sudah mendalami penyakit diabetes sejak 1965, lalu belajar penyakit kanker payudara dan kanker hati di Belanda dan Wina. Maka itu rumah sakit ini sangat dikenal keunggulannya dalam penanganan penyakit dalam seperti diabetes, stroke, gagal ginjal, dan gangrene,” ujar Prof. Wilfried pada perayaan ulang tahun rumah sakit ini kemarin (03/04/3017).

Dr. Tommy Sibuea, S.PD, Ketua YBSI yang juga generasi kedua rumah sakit ini menuturkan, secara bertahap sejak didirikan rumah sakit ini terus melakukan pembenahan. Kini rumah sakit telah menyediakan 23 polikinik rawat jalan, layanan hemodialisa (cuci darah), dokter umum dan spesialis, klub diabetes, klub asma, konsultasi gizi, medical check up, rawat inap, layanan home care dan layanan dokter on call, serta berbagai layanan penunjang medik dan non medik yang lengkap lainnya. Dan sejak tahun 2015 lalu ditetapkan sebagai rumah sakit tipe B. “Fokus kami memang pada penyakit dalam sejak berdiri,” imbuhnya.

Meski begitu dengan 16 pelayanan kesehatan yang dimiliki, rumah sakit ini juga melayani penanganan penyakit lain secara holistik. Saat ini Rumah Sakit Tebet menempati gedung setinggi 8 lantai di atas lahan seluas 9.578 m2 dari klinik kecil.

“Masyarakat sangat mengenal keunggulan rumah sakit ini dalam pelayanan penyakit dalam, ini sesuai dengan nama yayasan pengelolanya Yayasan Bina Sehat Interna. Klinik Diabetes Serebrokardiovaskular telah melayani selama 18 tahun para pasien usia lanjut yang memiliki keluhan penyakit kronis diabetes, stroke, jantung, gagal ginjal dan gengren, ” imbuh dr. Esther Poerwantoro, SpPK, Dirut Rumah Sakit Tebet.

Kekuatan rumah sakit ini menurut Esther karena para tim dokter secara holistik, komprehensif dalam melayani dan merawat pasien agar mampu hidup dengan kualitas yang baik dan memiliki harapan hidup yang lebih tinggi. Ini ditunjang dengan update ilmu yang terus menerus melalui berbagai riset dan pertemuan ilmiah. Prof. Sibuea dan tim rutin mengikuti Annual Meeting American Diabetes dan Annual Meeting American Association for the Study of the Liver Disease.

Salah satu kunci penting dalam pelayanan penyakit ini adalah medical record yang rapi dan akurat. “Sejak awal pendiri menanamkan medical record yang akurat dalam melayani dan merawat pasien,” kata Esther. Maka itu transformasi digital dilakukan rumah sakit ini secara bertahap sejak didirikan terutama dalam penyimpanan data pasien.

Ditambahkan Tommy, agar pendataan pasien lebih efektif dan efisien. Rumah Sakit Tebet menggandeng PT Gemss Solution Indonesia dalam pengembangan Advanced Medical System melalui GHIS (Gemss Hospital Information System) dan Zetta PACS (Pictures Archieving and Commucatiion System). “Kami menerapkan hospital information system dan picture archieving and communication system ini sekitar tiga bulan terakhir,” katanya. Sayangnya dokter Tommy belum melihat catatan perbandingan relasinya dengan kecepatan penanganan pasien. Yang jelas menurutnya, ini memudahkan pihaknya ketika menggandeng Korean Hospital Association untuk bekerja sama (sejak 31 Maret 2017), dengan dua teknologi yang berasal dari Korea ini memungkinkan setiap pasien ditangani secara holistik karena tim dokter secara bersamaan dapat mengakses informasi pasien.

“Catatan medik rapi. Dalam 7 tahun masuk dalam komputerisasi sebenarnya, kami terus melakukan perbaikan sistem, sejak tiga tahun terakhir kedua sistem tersebut kami terapkan,” kata Tommy. Dengan sistem yang lebih baik ini, Rumah Sakit Tebet kini menerima pasien BPJS Kesehatan sejak 30 Januari 2017. Menurut Tommy, rumah sakit ini sudah sejak akhir 80an sudah berhubungan Askes, sekarang dengan pasien makin banyak dengan setelah berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan, maka agar antrian tidak panjang dibuatlah IT System yang baik. Data pasien, seperti CT scan disimpan dalam bentuk soft copy.

Dr. Esther menambahkan, rumah sakit ini juga dikenal sebagai RSTC terbaik karena memiliki tim khusus di trauma center yang dikepalai oleh dokter bedah umum yang diidalamnya ada dokter bedah ortopedi, bedah syaraf, digestif, spesialis penyakit dalam. “Pemeriksaan lab, CT scan dan radiologi peyananannya 24 jam, semua data disimpan digital sehingga cepat prosesnya setiap ada kecelakaan kerja. Sistem online jadi para tenaga kerja yang terkena kecelakaan dengan cepat ditangani.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)