Rudiantara Jadi Wakil Komisaris Utama Vale Indonesia

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang diselenggarakan Rabu (29/07/2020) menyetujui pengangkatan Rudiantara sebagai Wakil Presiden Komisaris dan Komisaris Independen perseroan yang baru untuk periode sampai dengan penutupan RUPST tahun 2023.

Rudiantara menggantikan Mahendra Siregar yang mengundurkan diri dari jabatannya, dan telah diterima oleh pemegang saham serta efektif sejak 25 Oktober 2019, dengan mengesampingkan ketentuan pemberitahuan tertulis kurang dari 90 hari sebelumnya.

"Pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali Mark James Travers sebagai Presiden Komisaris, Luiz Fernando Landeiro, Cory McPhee dan Nobuhiro Matsumoto, masing-masing sebagai Komisaris Perseroan sampai dengan penutupan RUPST tahun 2023, serta Raden Sukhyar sebagai Komisaris Independen Perseroan untuk periode sampai dengan penutupan RUPST tahun 2021," kata Bernardus Irmanto, Chief Financial Officer PT Vale Indonesia dalam keterbukaan informasi.

Dengan demikian, komposisi Dewan Komisari dan Direksi INCO adalah sebagai berikut:

Presiden Komisaris : Mark James Travers
Wakil Presiden Komisaris & Komisaris Independen : Rudiantara
Komisaris : Luiz Fernando Landeiro
Komisaris : Cory McPhee
Komisaris : Nobuhiro Matsumoto
Komisaris Independen : Raden Sukhyar

Presiden Direktur : Nicolas D. Kanter
Wakil Presiden Direktur : Febriany Eddy
Direktur : Bernardus Irmanto
Direktur : Dani Widjaja
Direktur : Agus Superiadi
Direktur : Vinicius Mendes Ferreira

Sementara itu, pada Triwulan II/2020, perusahaan mencatat produksi sebesar 18.701 metrik ton nikel dalam matte dan pengiriman nikel matte sebesar 19.887 t setara dengan penjualan sebesar AS$185,7 juta. Produksi nikel dalam matte dan pengiriman nikel matte pada 2T20 masing-masing sekitar 6% dan 19% lebih tinggi dibandingkan volume produksi dan pengiriman yang direalisasikan pada 1T20.

Adapun produksi dan pengiriman pada 1H20 masing-masing sebesar 18% dan 19% lebih tinggi dibandingkan produksi dan pengiriman pada 1H19. Meskipun harga rata-rata realisasi nikel lebih rendah pada 2T20, sekitar 11% lebih rendah dibandingkan pada 1T20, namun pengiriman volume nikel matte yang lebih tinggi pada 2T20 menunjukkan penjualan naik 6% dari 1T20.

“Dengan pencapaian ini kami yakin dapat mempertahankan tingkat produksi pada 2020. Kami menghargai kerja keras seluruh karyawan untuk mencapai hasil yang baik pada triwulan ini, meskipun harus fokus mengantisipasi kemungkinan dampak Covid-19 pada operasi kami,” kata Nico Kanter, CEO dan Presiden Direktur Perseroan.

Nico menambahkan, pihaknya juga telah melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi dan mengurangi dampak potensial dari penyebaran Covid-19 terhadap operasi perusahaan. Oleh karena itu, kesehatan dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama perusahaan untuk melanjutkan kegiatan-kegiatan produksi dan proyek sejauh mungkin.

Perusahaan juga mencatat EBITDA sebesar AS$59,4 juta pada 2T20, lebih tinggi sedikit dibandingkan pada 1T20 sebesar AS$54,9 juta, terutama didorong oleh penjualan yang lebih tinggi. Laba positif sebesar AS$24 juta pada 2T20, turun dari laba pada 1T20 sebesar AS$29 juta terutama disebabkan oleh pendapatan keuangan dan manfaat pajak penghasilan yang lebih rendah.

Namun, laba pada 1H20 secara signifikan lebih tinggi dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu ketika perusahaan mencatat rugi bersih sebesar AS$26,2 juta pada 1H19. Beban pokok pendapatan pada 2T20 naik sebesar 7% menjadi AS$165,6 juta dari sebelumnya AS$154,1 juta pada 1T20.

"Kami akan tetap fokus pada berbagai inisiatif penghematan biaya untuk mempertahankan daya saing dalam jangka panjang tanpa mengkompromikan nilai utama Perseroan yakni keselamatan jiwa merupakan hal terpenting dan menjaga kelestarian bumi," tutur Nico.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)