Rumah Conwood Jajaki Pasar Ekspor

PT Conwood Indonesia (CI) terus melakukan berbagai inovasi. Perusahaan asal Thailand yang merupakan bagian dari Siam City Cement Group (SCCC) ini awalnya memproduksi produk inovatif pengganti kayu berkelas premium. Produk pengganti kayu tersebut terbuat dari campuran semen dan serat selulosa yang dihasilkan melalui proses dan material yang ramah lingkungan, 100% bebas asbes sehingga aman digunakan.

Dibandingkan dengan material kayu, Conwood memiliki berbagai keunggulan, antara lain, lebih tahan terhadap api, tahan air, tahan cuaca, anti rayap, awet, dan ramah lingkungan. Selain itu, proses pemasangannya mudah. Produk Conwood mudah diaplikasikan dengan cepat tetapi memiliki kualitas tampilan yang tidak kalah dengan kayu alami, mulai dari tampilannya hingga teksturnya.

Hal inilah yang menginspirasi PT CI melakukan berbagai inovasi, salah satu inovasinya adalah Rumah Conwood yang merupakan rumah instan dengan menggunakan bahan papan semen selulosa, dibangun hanya dalam 7 hari dengan 7 orang tenaga kerja.

Menurut Derek Williamson, Direktur Utama PT CI, Rumah Conwood dibangun dengan memanfaatkan teknologi ramah lingkungan. Dan, tidak ada satu pun material kayu yang digunakan dalam pembangunan rumah tersebut. Bahkan, material yang digunakan untuk membangun rumah itu yakni semen dan serat fiber, dengan komposisi masing-masing 70 persen berbanding 30 persen.

Menurut Rizki Kresno Edhie Hambali, Direktur Perdagangan dan Inovasi CI, saat ini CI memiliki Rumah Conwood tipe 25 m2 dan 36 m2 dengan harga pabrik Rp55 juta/unit. Bila dihitung dengan tenaga pemasangnya menjadi Rp 80 jutaan/unit atau sekitar Rp 2,4 juta/m2. "Tapi harga tersebut tidak semua wilayah bisa masuk, harga tersebut pas untuk wilayah Sumatera dan Kalimantan," kata Rizki.

Rumah Conwood Derek Williamson, Direktur Utama PT Conwood Indonesia, (ketiga dari kiri).

Untuk memasarkan Rumah Conwood, PT CI menggandeng PT Zaneterra Star International (ZSI). Tahun ini PT ZSI memesan 4.000 unit Rumah Conwood. Menurut Brian Sutisna, Direktur Operasional ZSI, rumah tersebut akan dibangun di kawasan Serang, Banten. Tapi tidak menutup kemungkinan akan dipasarkan ke beberapa kota di Indonesia Timur seperti Papua, Lombok, dan Sulawesi.

Stanley Sutisna, Direktur Pengelola ZSI, menambahkan, Rumah Conwood yang akan dibangun di Serang akan dilakukan secara bertahap di beberapa lokasi. Rumah Conwood ini yang paling siap terkait kapasitas produksi maupun kualitasnya. Rumahnya juga sudah anti rayap, tidak merambat api, ramah lingkungan, dan ekonomis.

Menurut Rizki, saat ini kapasitas produksinya baru 300 unit rumah per bulan. Tapi infrastrukturnya sudah siap untuk memproduksi 1.000 unit per bulan. Selain untuk memenuhi permintaan ZSI, PT CI juga sedang mempersiapkan permintaan Rumah Conwood ke Bangladesh. "Kami baru mengirim dua unit rumah contoh ke ke Bangladesh dalam kondisi belum terpasang dalam sebuah kontainer," kata Rizki.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Bachrul Chairi, mengapresiasi inovasi Conwood dalam menciptakan rumah. Harganya relatif murah dengan waktu pengerjaan singkat hanya tujuh hari. Selama ini ekspor Indonesia ke Bangladesh masih didominasi produk pertanian. "Rumah Conwood juga bisa dipasarkan ke Amerika Serikat dan juga kota-kota lain di Eropa," katanya.

Rumah Conwood pada prinsipnya sama seperti rumah biasa. Material dinding yang digunakan sifatnya sama seperti beton (concrete) Hanya saja, kalau beton menggunakan campuran agregat, Rumah Conwood menggunakan serat-serat selulosa.

Rumah Conwood menggunakan dinding, partisi, dan plafon dari papan semen, lantai menggunakan keramik, dan atap menggunakan metal. Produknya sudah diuji dengan cuaca dingin, panas, uji akustik dan ketahanan terhadap gempa. Hasilnya tidak berbeda dengan rumah konvensional.

PT CI akan terus mengembangkan dan memproduksi material pengganti kayu yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen maka diharapkan produk Conwood akan berkontribusi mengurangi penebangan pohon secara signifikan dan diharapkan dapat menginspirasi semua pihak untuk mendukung upaya pembangunan lingkungan di masa depan.

Saat ini, PT CI sudah tersebar di 18 Propinsi di Indonesia; Jakarta, Bandung, Yogyakara, Semarang, Surabaya, Bali, Lampung, Batam, Bengkulu, Padang, Medan, Pekanbaru, Palembang, Pontianak, Banjarmasin, Bali, Lombok, dan Makassar.

Darandono

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)