Salut, BUMDES Ponggok Catat Laba Rp 3.3 Miliar

Terbitnya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa membuka jalan adanya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penggerak ekonomi rakyat. Kementerian Pembangunan Daerah menyebutkan  saat ini jumlah BUMDes telah mencapai lebih dari 18.446 unit naik signifikan dari tahnun 2014 yang sebesar 10.22 unit. Dari begitu banyaknya jumlah BUMdes tak semua BUMDes dikola dengan baik. Hanya segelintir saja yang benar-benar bisa jalan dan menghasilkan kemandirian desa.

BUMDes Tirta Mandiri merupakan salah satu contoh pengelolaan BUMDes terbaik yang bisa ditiru saat ini. Tahun lalu saja, BUMNDes milik desa Ponggok, Polanharjo, Klaten ini, bisa menghasilkan laba sebesar Rp 3,3 miliar dengan omset 10,3 miliar. Sejak di dirikan tahun 2009, BUMDes ini telah berhasil memamfaatkan potensi daerahnya yang dulu di cap tertinggal.

Unit usahanya telah berekspansi dari awalnya hanya toko pakan ikan dan pinjaman modal, menjadi melebar ke segala sektor bisnis seperti mengelola unit wisata desa Umbul Ponggok, mengelola kawasan Ponggok Ciblon, membuka kios kuliner dan toko desa , bahkan sampai masuk ke bisnis rental mobil dan lain-lain.

Kepala Desa Ponggok Junaidi Mulyono merupakan tokoh dibalik perubahan besar di Desa yang menampung sekitar 2000 penduduk itu. Ia sadar betul bahwa untuk membangun masyarakat yang sejahtera tidak hanya bisa mengandalkan Pendapatan Asli Daerah Saja. “Bayangkan dulu tahun 2001 sampai 2004, PAD desa hanya 14 juta,” ungkapnya.

Maka itu ia berinisiatif mendorong pembentukan BUMDes ini. Ia sadar betul bahwa Ponggok punya potensi wisata air yang dapat digunakan untuk kesejahteraan warga desanya. Desa tersebut memiliki i5 (lima) mata air atauUmbul seperti Umbul Besuki, Umbul Sigedang, Umbul Ponggok, Umbul Kapilaler dan Umbul Cokro.

Sektor Pariwisata, ia sebutkan menyumbangkan sekitar 7 miliar per tahun untuk BUMDes. Pengunjung umbul Ponggok saja bisa mencapai 30 ribu orang per bulan. “Desa Ponggok berada di dataran rendah antara Gunung Merbabu dan Gunung Merapi jadi kita di Ponggok ini potensinya adalah air”, ujar Junaidi

Kini setelah BUMDes bisa menggerakan perekonomian setempat, hia mengatakan PAD Ponggok telah naik berkali-kali lipat menjadi sebesar Rp 4.2 miliar. Kehadiran BUMDes ini telah membantu mengentaskan kemiskinan.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)