Sambut 100 tahun ITB, Salam Ganesha Targetkan Endowment Fund Tembus Rp 1 Triliun

Yani Panigoro (ketujuh dari kanan) Ketua MWA-ITB, bersama pengurus Majelis Wali Amanat Institut Teknologi Bandung  (MWA-ITB) disela-sela malam penggalangan dana Salam Ganesha.

Untuk kesejahteraan civitas academica ITB , beasiswa, dan penelitian, Majelis Wali Amanat Institut Teknologi Bandung  (MWA-ITB) , Rektorat ITB , Ikatan Alumni ITB , meresmikan Salam Ganesha Fundraising Program, penggalangan Endowment Fund ITB  yang dikelola langsung oleh Badan Pengelola Usaha dan Dana Lestari (BPUDL ITB).

Menurut Yani Panigoro, Ketua MWA-ITB, Salam Ganesha adalah program resmi ITB yang dibentuk melalui MWA ITB dibawah Komite Dana, dan dikelola oleh Achmad Zaky selaku Founder Bukalapak/MWA-ITB serta Nurhayati Subakat selaku Fouder Paragon/MWA-ITB.

Diakui Yani, Salam Ganesha diprakarsai oleh para alumni muda ITB , untuk mengajak seluruh alumni ITB berdonasi melalui _endowment fund_ ITB , berbakti pada Almamater ITB, yg sdh memberikan pendidikan terbaik. “Salam Ganesha dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas aset dan potensi ITB dalam rangka mendukung kemajuan pembangunan nasional,” katanya.

Inisiasinya dari tahun 2004, dimana dulu yang menyumbang Endowment Fund ITB , hanya sebagian kecil para pengusaha alumni ITB. Kini saatnya kita mensosialisasikan ke seluruh alumni muda. Menurut Achmad Zaky, selaku anggota MWA-ITB, Salam Ganesha akan merekrut relawan yang berasal dari seluruh angkatan untuk kemudian dikomunikasikan ke seluruh alumni ITB, dengan harapan fundraisingnya akan terus berjalan sesuai dengan yang diinginkan dan target.

"Salam Ganesha merupakan gerakan resmi bukan gerakan independen yang dibuat alumni. Kalau ada teman-teman yang masih bertanya, ini resmi melalui ITB. Dananya insya Allah amanah. Harapannya akan banyak _awareness_ mengenai _endowment fund_, karena pendanaannya berasal dari alumni," katanya. 

Diakui Zaky, penggunaan dana tersebut, akan dikelola secara profesional, dimana dirinya menilai program ini serupa dengan wakaf. Dana ini tidak akan berkurang diletakkan dalam suatu rekening resmi ITB. “Pahalanya akan abadi dan semuanya akan digunakan untuk ITB. Untuk kesejahteraan dosen, mahasiswa hingga infrastuktur,” tegas Zaky. 

Zaky mengajak para alumni yang telah berkontribusi di bidang/industrinya masing-masing untuk lebih berpartisipasi aktif dan dekat dengan rekan satu almamater supaya mendukung ITB agar bisa melompat lebih jauh ke depan.

Dengan program tersebut, diharapkan ITB akan semakin maju, temuan-temuan yang akan berkembang jadi _startup unicorn_ sehingga kesejahteraan di Indonesia akan lebih luar biasa. Karena ITB sebagai institusi riset harus melahirkan penemuan-penemuan yang bisa diaplikasikan seluruh masyarakat Indonesia.

Diakui Zaky mekanisme dari donasi hingga pengelolaan Salam Ganesha ini dibangun menggunakan teknologi digital, dan semuanya bisa diamati secara transparan.

Ini akan terus dikembangkan dan di update dimana informasi penggunaan dana abadi secara transparansi. Seluruh alumni bisa menularkan kepada kawan-kawan yang lain bagaimana pentingnya _endowment fund_. Siapapun alumni ITB, dimanapun berada, bisa akses salamganesha.id/donasi.

Diakui Zaky,  nilai donasi dari masing-masing produk yang akan diberikan, seperti jaket seharga Rp.2,5 juta, tas seharga Rp.300 ribu, tile naming yang satuannya seharga Rp.50 juta, kemudian juga ruang kelas dengan harga Rp.150 juta, hingga gedung yang bernilai Rp.25 miliar. “Untuk menyambut usia ITB yang ke-100 tahun di 2020, kami menargetkan dana terkumpul Rp 1 triliun,” kara Zaky.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)