Satelit Telkom 1 Resmi Pensiun

Satelit Telkom 1 miliknya dipastikan sudah tidak bisa digunakan kembali. Direktur Utama Telkom, Alex Sinaga, mengungkapkan, hasil investigasi yang dilakukan oleh Telkom bersama produsen Telkom 1, Lockheed Martin mencapai sebuah kesimpulan bahwa satelit tersebut memang sudah harus benear-benar pensiun.

"Lockheed Martin merekomendasikan agar dilakukan proses shut down untuk Satelit Telkom 1," kata Alex, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Rabu (30/8/2017). Adapun untuk memulihkan layanan satelit Telkom 1, pihaknya telah mengerahkan sekitar 1.000 teknisi dari Sabang sampai Merauke. Telkom tengah melakukan proses recovery dan memindahkan layanan yang sebelumnya dilayani satelit Telkom1 ke ke satelit Telkom 2, Telkom 3S, dan satelit-satelit asing dari Tiongkok, dan Hongkong. 1000 teknisi dikerahkan dalam proses recovery ini.

Dalam jangka panjang, perusahaan akan meluncurkan satelit baru untuk menambah jumlah satelit yang kini berkurang. Satelit tersebut digadang-gadang punya kapasitas lebih besar. “Bulan Agustus tahun depan, kami memang ingin mengganti Satelit Telkom 1 di slot orbitnya, 108 Bujur Timur, dengan Telkom 4,” ungkapnya.

Launch Vehicle Ariane 5 VA 235 saat mulai meluncur membawa Satelit Telkom 3S dari Guiana Space Center, Kourou, French Guiana, Selasa (14/2).

Sementara itu,  Kementerian Komunikasi dan Informatika menegaskan akan melaksanakan dua fokus utama terkait 'nasib' Satelit Telkom-1. Yaitu, memperbaiki layanan dan menyelesaikan masalah adimistrasi ke International Telecommunication Union (ITU). Menteri Kominfo Rudiantara, mengatakan, pihaknya akan mengurus segala persoalan administratif yang dibutuhkan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk ke salah satu organisasi internasional di bawah naungan Perserikatan Bangsa-bangsa itu. “Andaikata Telkom-1 sudah tidak beroperasi lagi dan masalah administratif tidak diurus, maka yang dikhawatirkan slot orbit yang kosong akan diisi satelit milik negara lain,” ungkapnya

Menteri Badan Usaha BUMN hari ini juga turut ikut memantau langsung a crisis center dan pemulihan layanan satelit Telkom 1. Sesuai dengan target yang telah dicanangkan oleh manajemen Telkom Group bahwa proses migrasi ini harus selesai pada tanggal 10 September 2017. Sehingga untuk mencapai hal tersebut segenap personil fokus bekerja selama 7x24 jam di bawah komando crisis center.

Dengan rampungnya penyedian transportasi pengganti, kini pekerjaan pemulihan layanan fokus pada repointing antena ground segmentasi di titik pelanggan. Hingga hari ini tercatat sebanyak 4.647 site pelanggan termasuk di dalamnya 4.132 site BESAR telah selesai di migrasikan dan beroperasi normal.

Untuk sekedar diketahui, Satelit Telkom 1 telah diluncurkan sejak 4 Agustus 1999, melalui roket Ariane-42P yang dibangun oleh perusahaan Arienespace. Peluncurannya dilakukan di Kourou, Guyana Prancis. Usia Telkom 1 dapat dikatakan telah uzur. Dia sudah 18 tahun. Selain Telkom 1, perusahaan pelat merah itu juga mengoperasikan dua satelit lainnya, yaitu Telkom 2 dan Telkom 3s. Telkom 2 diluncurkan tahun 2005 dan diproyeksi pensiun tahun 2021. Sementara Telkom 3s adalah pengganti Telkom 3 yang gagal mengorbit 2012 lalu.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)