Satu Portal untuk Kemudahan Logistik Ekspor dan Impor

Logol, platform logistik digital yang ditujukan kepada para pelaku usaha yang bergerak dalam kegiatan ekspor dan impor untuk melakukan pemesanan truk dan kargo kapal secara daring, kini sudah digunakan oleh lebih dari 5.000 perusahaan.

Teknologi terbaru yang dibangun PT Logol Jakarta Mitraindo atau Logol (logol.co.id), mencoba menjawab tantangan efisiensi dari proses manajemen logistik yang dianggap menyita banyak waktu, tenaga, dan biaya. Perusahaan yang berdiri pada September 2018 ini juga telah resmi ditunjuk pemerintah menjadi mitra platform digital untuk pencarian truk dan penerbitan dokumen eSP2 untuk mendukung program Ekosistem Logistik Nasional (National Logistics Ecosystem/NLE).

Dalam webinar bertajuk "Efisiensi Logistik Berbasis Teknologi Informasi", Jumat (11/12/2020), David Trisno, Chief Commercial Officer Logol menjelaskan, Logol merupakan marketplace pertama di Indonesia yang memungkinkan manufaktur, distributor, UMKM, dan pelaku usaha lainnya memesan layanan pengiriman barang secara online melalui jalur darat dan laut.

Tak hanya itu, kemudahan pengurusan dokumen ekspor-impor secara elektronik pun menjadi unggulannya. "Ini adalah digital marketplace untuk logistik. Tujuannya untuk menekan biaya logistik yang lebih murah dibanding dengan sebelumnya," ujarnya. Ada tiga fitur utama dalam Logol, yaitu pemesanan truk, layanan kargo kapal untuk kebutuhan ekspor dan impor, serta Software as Service (SAAS).

Seperti halnya dengan perusahaan pemesanan transportasi online pada umumnya, Logol juga memiliki berbagai mitra logistik terpercaya untuk memberikan layanan pemesanan truk dan kargo kapal kepada pelanggannya. Dengan bergabung di marketplace Logol, pemilik armada truk dan perusahaan logistik lainnya bisa melakukan efisiensi hingga 50 persen dari modal kerja.

Logol saat ini sudah terkoneksi dengan tiga terminal utama di Jakarta, yaitu New Priok Container Terminal One (NPCT1), TPK (Terminal Peti Kemas) Koja, dan Jakarta International Container Terminal (JICT) dalam melayani proses ekspor/impor barang secara digital, khususnya dalam pengurusan dokumen.

Totok Purwanto, Marketing Manager KSO TPK (Terminal Peti Kemas) Koja, yang juga menjadi narasumber webinar mengatakan, kehadiran marketplace seperti Logol, memudahkan pencapaian perusahaan menuju Smart Terminal pada 2024.

Bersama Logol TPK Koja berhasil mengembangkan Digital Gate Pass. Ini adalah pengembangan lebih lanjut dari dokumen layanan berupa QR Code eTicket. Jadi, dengan layanan ini pengguna jasa tidak perlu lagi mencetak kartu pas seperti sebelumnya. “Sekarang beralih dalam bentuk digital yang dapat diakses melalui perangkat komunikasi seperti smartphone dengan menggunakan aplikasi mobile berbasis Android," terangnya.

Sementara itu, Lydia Thenata, Head of Commercial NPCT1, mengatakan, kehadiran Logol menjadi terobosan dalam mempermudah para pelaku bisnis menjalankan kegiatan proses logistik dengan cara mendigitalisasi pelayanan yang dilakukan dalam bidang pengiriman

Logol berhasil menghubungkan para pelaku di industri logistik, mulai dari pemilik truk, transporter, forwarder, lembaga pemerintahan, hingga pelaku usaha, untuk menciptakan ekosistem logistik yang lebih efisien, terjangkau, dan transparan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)