SCG Siapkan Investasi US$ 85 Juta untuk Startup Digital

Joshua Pas, Managing Director AddVentures by SCG dan Dusit Chairat, Fund Manager AddVentures

Perubahan akan selalu terjadi, yang terpenting adalah bagaimana kita sebagai pelaku bisnis menanggapinya. Hal itu disampaikan oleh Nantapong Chantrakul, Country Director SGC Indonesia, saat berbicara tentang disrupsi bisnis akibat teknologi di Jakarta (3/10/2018). Ia menuturkan, perkembangan industri digital dalam 6 tahun terakhir cukup tinggi, yaitu mencapai 10%, yang membuat hal ini penting. Dua langkah yang SCG lakukan untuk menghadapi disrupsi adalah melakukan transformasi bisnis dan menyalurkan dana investasi pada startup di bidang digital.

“SCG selalu berkembang dan beradaptasi terhadap evolusi dan trend selama lebih dari 100 tahun dan akan terus bertumbuh di masa depan untuk memberikan nilai yang lebih tinggi kepada pelanggan dan mitra. Era industri 4.0 telah di depan mata dan hal ini semakin penting bagi pertumbuhan di kawasan ASEAN. Teknologi merupakan kunci yang dapat mendorong bisnis untuk tumbuh dan berkembang saat ini. Untuk mendorong pertumbuhan, kami semakin fokus untuk mengadopsi teknologi pada seluruh proses perusahaan serta mengembangkan investasi ke bisnis teknologi digital,”jelasnya.

Dalam hal transformasi bisnis, selama 3 tahun terakhir SCG berfokus pada transformasi digital di 5 bidang, di antaranya pasar untuk bahan bangunan, platform pembayaran untuk B2B e-commerce, platform logistik, platform pencocokan kontraktor, dan otomatisasi bisnis serta proses manufaktur. Semua aspek tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing 3 unit bisnis SCG di Indonesia, yaitu Cement-Building Material, Packaging, dan Petrol Chemical.

Sementara itu, aspek investasi SGC dikelola oleh anak perusahaannya, AddVentures, yang telah beroperasi sejak Juni 2017 dan telah membiayai 11 perusahaan di Asia Tenggara dan beberapa perusahaan di Sillicon Valley, Tel Aviv, dan China. “AddVenture akan menjembatani SCG dengan startup. Kami berfokus pada 3 startup yang bergerak pada bidang industrial, B2B, dan enterprise di bidang hard technology, seperti AI,” ujar Joshua Pas, Managing Director and Investment Committee of Addventure by SCG.

Ada tiga cara kerja sama yang mereka tawarkan, yaitu venture capital fund, kemitraan ekosistem, dan investasi langsung. Joshua menambahkan, “Yang dimaksud dengan kemitraan ekosistem adalah apabila sebuah startup B2B memiliki solusi atas suatu masalah, anak-anak perusahaan SCG dapat menjadi pelanggan mereka. Jadi, kami tidak hanya menawarkan dana saja," jelasnya. Saat ini SCG memiliki 28 perusahaan unit di Indonesia yang bergerak di Cement-Building Material, Chemicals, dan Packaging.

SCG menyiapkan dana sebesar US$ 85 juta untuk jangka waktu 5 tahun untuk 10-12 startup per tahun. Dana tersebut diperuntukkan bagi startup di seluruh dunia, dengan nominal US$ 1-5 juta per tiket untuk pendanaan Seri A+.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)