Schneider Electric Dukung Program Papua Terang 2020

Schneider Electric, perusahaan pengelola energi listrik, ikut terlibat dalam acara peresmian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas Mobile Power Plant (PLTMG MPP) Holtekamp Jayapura 50 MW dan proyek PLTMG MPP Kalibobo Nabire 20 MW

Peresmian 74 Desa Berlistrik di Papua dan Papua Barat ini merupakan tahap awal dari mega proyek pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW yang diterapkan di Papua. Melalui program ini, rasio elektrifikasi di Papua diharapkan akan mencapai lebih dari 85,96% pada tahun 2020 dengan total tambahan daya sebesar 320 MW untuk wilayah Papua dan Papua Barat.

Dalam keterlibatnnya, Schneider Electric berperan sebagai penyedia panel listrik yang berfungsi untuk membagi, menyalurkan dan mendistribusikan tenaga listrik dari sumber listrik ke konsumen.

Dalam dua proyek ini, Schneider Electric melayani project management hingga pemasangan di lapangan, yaitu Electrical House (E-House) atau Power House sebagai solusi distribusi listrik terintegrasi dalam satu sub-station yang terdiri dari panel listrik Medium Voltage (MV) dan Low Voltage (LV), transformer, HVAC, UPS serta sistem pengelolaan dan kontrol bangunan.

Pengerjaan ini juga merupakan hasil kolaborasi perusahaan dengan PT. Pembangunan Perumahan sebagai pihak pemasok Engineering, Procurement and Construction (EPC) utama.

Xavier Denoly, Country President Schneider Electric Indonesia, mengungkapkan, Solusi E-House dari Schneider Electric yang menjadi bagian vital dari kedua PLTMG ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam mendukung pemerintah mewujudkan program nasional pembangkit listrik 35.000 MW. “Kami mencoba untuk membantu pemerintah dalam memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Papua dan Papua Barat, khususnya Jayapura dan Nabire,” kata dia.

E-House dari Schneider Electric dibuat, dirakit dan diuji sebelumnya di pabrik (pre-fabricated). Metode ini telah terbukti dapat mengurangi waktu konstruksi serta mengoptimalkan biaya transportasi dan pemasangan secara signifikan. Dari sisi sumber daya manusia pun jauh lebih efisien karena perakitannya dilakukan di satu tempat.

“Berkat berbagai keunggulan tersebut, Schneider Electric dapat menyelesaikan seluruh proses pembuatan E-House, mulai dari pemesanan hingga pengantaran ke site hanya dalam waktu 4,5 bulan,” Xavier menambahkan.

Selain itu, E-House juga dilengkapi dengan EcoStruxure™ Grid yang merupakan bagian dari arsitektur dan platform EcoStruxure™ yang terbuka dan beroperasi dengan bantuan Internet of Things (IoT). EcoStruxure™ Grid dapat menyederhanakan kompleksitas operasional grid, mengoptimalkan pengelolaan aset serta memanfaatkan berbagai peluang baru yang diciptakan oleh digitalisasi di bidang utilitas.

Mochammad Ichsan, Senior Project Manager PT Pembangunan Perumahan, berharap kehadiran PLTMG MPP Holtekamp Jayapura 50 MW dan PLTMG MPP Kalibobo Nabire 20 MW akan dapat menjawab persoalan listrik masyarakat setempat sekaligus meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan mereka. “Dengan pasokan listrik yang cukup dan stabil, kegiatan perekonomian dapat berjalan dengan lebih lancar dan produktif, para pelajar dapat belajar di malam hari, para nelayan dapat menyimpan hasil tangkapan mereka di dalam lemari es, sumber daya manusia local juga dapat terserap untuk bekerja di proyek pembangkit tersebut,” ujarnya.

Xavier menambahkan, Hingga saat ini Schneider Electric tengah terlibat di 25 proyek pembangkit listrik di berbagai wilayah Indonesia. “Kami berharap ke depannya Schneider Electric dapat terus berkontribusi nyata dalam memberikan akses listrik ke lebih banyak masyarakat di Indonesia,” kata Xavier.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.Swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)