SDGs Bisa Terwujud Jika Ada Kerja Sama Stakeholders

Seminar SDGs di Seminyak, Bali

Bali pada tahun 2017 silam menjadi tuan rumah untuk Sidang World Parliementary Forum on Sustainable Development. Sebagai salah satu penyumbang terbesar terhadap ekonomi wisata di Indonesia, Bali mengadopsi standar-standar dan pedoman internasional untuk mencapai Sustainable Development.

General Affairs Manager PTTEP Indonesia, Afiat Djajanegara, mengatakan, melihat antusiasme dari peserta seminar dan lokarya di lima kota di seluruh Indonesia pada tahun 2018, untuk itu diputuskan untuk melanjutkan acara ini di lima kota lainnya di tahun 2019. “Mengingat pentingnya menjaga kemitraan yang berkelanjutan, kami akan mengajak pemangku kepentingan dari berbagai sektor untuk terus bekerjasama membantu Pemerintah Indonesia untuk mencapai SDGs,” katanya.

Untuk itu, PTTEP Indonesia dan Universitas Trisakti, Program Pascasarjana MM-Sustainability hadir di Seminyak, Bali kembali mengadakan acara Seminar Nasional Membangun Kemitraan yang Berkelanjutan untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Dr. Drs. Ida Bagus Kade Subhiksu, M.M - Asisten 2 (Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan) Provinsi Bali beserta Afiat Djajanegara - General Affairs Manager PTTEP secara resmi membuka dan memberi kata sambutan pada seminar ketiga di tahun 2019 ini. Seminar di Bali merupakan seminar ke-8 yang telah diadakan oleh PTTEP Indonesia dan CECT MM-Sustainability Universitas Trisakti setelah sebelumnnya diadakan di Pekanbaru pada Juni 2019.

Sebagai ahlinya bidang SDGs di Pemerintahan Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, ST., M.Si - Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BAPPEDA Litbang Provinsi Bali menjadi salah satu pembicara pada sesi pertama.

Tokoh-tokoh yang antara lain hadir mengisi acara anatra lain: Dony Aryantho - SKK Migas Jabanusa, Maria R. Nindita – Founder CECsT MM-Sustainability Trisakti, Gayatri Syafri – PTTEP Indonesia, Jalal - Co-founder CSRI Indonesia dan Agung Widiastuti dari Yayasan Kalimajari binaan PTTEP Indonesia.

Afiat menjelaskan, tokoh-tokoh ini sepakat bahwa tanpa kerja sama yang kuat oleh seluruh stakeholders atau pemangku kepentingan, SDGs tidak dapat tercapai. Para pemangku kepentingan dapat bekerja sama dan memberikan kontribusi sesuai perannya antara lain dalam menyediakan wadah, memberikan pedoman dan edukasi, sosialisasi serta kontribusi-kontribusi yang bersifat ril.

PTTEP Indonesia sejak seminar-nya yang ke-7 menyediakan bazaar untuk UMKM dan social entrepreneur sebagai bentuk nyata komitmen PTTEP untuk tidak hanya memberikan forum knowledge sharing untuk membangun SDGs tetapi juga untuk membantu social entrepreneur dan masyarakat lokal.

UMKM dan social entrepreneur yang mengadakan bazaar di seminar SDGs ini adalah: Bali Arabica, Sokambu, Bumbu Pejang, Medusa dan Nderes. UMKM tersebut tepilih karena menjunjung produk Bali serta memberdayakan masyarakat serta kearifan dan sumberdaya (termasuk SDM) lokal sekitar.

Seminar ini lanjutan dari serangkaian seminar di tahun 2018 serta 2019 yang sebelumnya diadakan di 7 kota yaitu: Jakarta, Makassar, Palembang, Medan, Surabaya, Balikpapan dan Pekanbaru.Selain seminar, akan diadakan juga lokakarya pada tanggal 05 dan 06 September 2019 yang bertujuan untuk melatih LSM lokal tentang bagaimana cara terlibat secara profesionaldan efektif dalam bermitra dengan sektor swasta dan pemerintah. Lokakarya ini akan dipimpin oleh instruktur dari Universitas Trisakti MM-Sustainablity.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)