Sejarah hingga Arti Logo Nike, Perusahaan Sepatu yang Gugat Paten "Flyknit" | SWA.co.id

Sejarah hingga Arti Logo Nike, Perusahaan Sepatu yang Gugat Paten "Flyknit"

Ilustrasi foto:  nypost.com/gettyimages
Ilustrasi foto: nypost.com/gettyimages

Perusahaan raksasa Nike menuntut New Balance dan Skechers ke pengadilan federal Massachusetts pada tanggal 6 November 2023. Nike menuduh kedua perusahaan rivalnya itu telah melanggar hak paten terkait teknologi untuk membuat bagian atas sepatu kets. 

Dalam tuntutannya, Nike menyatakan bahwa beberapa produk sepatu lari New Balance dan Skechers telah salah menggunakan teknologi "Flyknit" yang dipatenkan oleh Nike untuk sepatu lari, sepak bola, dan bola basket. 

Teknologi Flyknit ini merupakan serat berkekuatan tinggi untuk menciptakan bagian atas sepatu yang ringan dengan area penyangga, peregangan, dan sirkulasi udara yang ditargetkan. 

Nike telah mengajukan keluhan terhadap New Balance dengan klaim bahwa sepatu dari lini produk seperti Fresh Foam, FuelCell, dan lainnya dari New Balance melanggar hak paten Nike. 

Nike juga menggugat Skechers dengan klaim bahwa sepatu mereka, termasuk merek Skechers Ultra Flex dan Glide Step, melanggar hak paten Nike. 

Nike pun meminta pengadilan untuk memberikan ganti rugi dalam jumlah yang tidak ditentukan dan perintah pengadilan secara permanen memblokir New Balance dan Skechers dari pelanggaran paten. Lantas, seperti apa sejarah Nike?

Sejarah Nike

Nike, Inc. perusahaan pakaian olahraga Amerika yang merupakan salah satu merek paling terkenal di dunia. Melansir Britannica, Nike didirikan oleh Phil Knight dan Bill Bowerman pada tahun 1964 dengan nama Blue Ribbon Sports. 

Perusahaan ini kemudian berganti nama menjadi Nike, Inc. pada tahun 197 dan menjadi perusahaan publik pada tahun 1980. 

Sejarah awal Nike dimulai pada tahun 1962, ketika Knight mengunjungi pabrik Onitsuka (sekarang Asics) di Jepang. Saat itu, dia terkesan dengan kecepatan dan kualitas produksi sepatu di pabrik tersebut. Knight kemudian membuat kesepakatan untuk menjual Onitsuka Tiger, sepatu khas perusahaan tersebut di Amerika Serikat. 

Setelah menunjukkan sepatu kets tersebut kepada Bowerman, keduanya membentuk Blue Ribbon Sports pada tahun 1964. 

Knight sebagian besar fokus pada sisi bisnis perusahaan, sementara Bowerman terlibat dalam desain sepatu. Pada tahun 1967 Bowerman menciptakan Tiger Cortez yang populer, versi modifikasi dari Onitsuka Tiger.

Pada tahun 1971 Blue Ribbon Sports berpisah dari Onitsuka dan berganti nama menjadi Nike. Merek Nike sendiri diambil dari nama dewi kemenangan Yunani. Logo swooshnya juga diperkenalkan pada tahun itu.

Nike dan Michael Jordan

Setelah go public pada tahun 1980, Nike mengalami kesulitan. Salah satu eksekutif perusahaan kemudian mendorong Knight, yang merupakan CEO, untuk menandatangani perjanjian dukungan dengan pendatang baru NBA Michael Jordan.

Sebuah kontrak yang menguntungkan bersama Michael Jordan pun diselesaikan pada tahun 1984. Hal itu juga merevolusi pemasaran olahraga dan mengubah Nike menjadi kekuatan internasional. 

Jajaran sepatu kets Air Jordan dari perusahaan ini menjadi fenomena dan mungkin merupakan sepatu paling terkenal di dunia. 

Sejak akhir tahun 1980an Nike terus mengembangkan bisnisnya dan mendiversifikasi lini produknya melalui berbagai akuisisi, termasuk perusahaan sepatu Cole Haan dan Converse, Inc., produsen peralatan olahraga Canstar Sports, Inc., dan perusahaan pakaian dan perlengkapan atletik Umbro. 

Pada tahun 1988, perusahaan ini meluncurkan slogan ikoniknya yaitu "Just Do It". Pada tahun 1996 perusahaan ini menciptakan Nike ACG yang memasarkan produk untuk olahraga ekstrem seperti seluncur salju dan bersepeda gunung. 

Kemudian di awal abad ke-21, Nike memiliki gerai ritel dan distributor di lebih dari 170 negara. Perusahaan yang berkantor pusat di Beaverton, Oregon ini juga mulai menjual aksesori teknologi olahraga, termasuk monitor detak jantung portabel dan kompas pergelangan tangan ketinggian.

Sebagian dari kesuksesan Nike tentu tidak terlepas karena dukungan dari atlet-atlet ternama. Selain Michael Jordan, perusahaan telah menandatangani kesepakatan dengan Mia Hamm, Roger Federer, Serena Williams, Tiger Woods, LeBron James, dan Cristiano Ronaldo.

Pada tahun 2004 Knight mengundurkan diri sebagai CEO. Meski begitu, ia terus menjabat sebagai ketua perusahaan hingga tahun 2016. Pada saat ia pensiun, pendapatan tahunan Nike lebih dari $32 miliar.

Arti Logo Nike

Nike memiliki logo yang sangat ikonik yaitu berupa centang yang dikenal sebagai Swoosh. Mengutip Free Logo Design, Swoosh tanda centang yang digunakan sebagai lambang logo Nike dibuat pada 1971 oleh mahasiswa desain grafis, Carolyn Davidson. 

Alasan digunakan tanda centang karena memiliki sudut keras antara dua garis lurus, seperti logo Verizon. Swoosh dibuat bentuknya melengkung, karena itu bukan hanya sekadar tanda centang. Logo Nike, Swoosh melambangkan gerakan dan kecepatan. Bentuknya menggambarkan busur gerakan. 

Dalam mitologi Yunani, Nike merupakan Dewi Kemenangan. Hubungannya dengan makna logo Nike, merek sepatu ini meminjam atribut mitologis terbang, kemenangan, dan kecepatan. Meski terlihat sederhana, namun logo ini telah mewakili miliaran dolar dari akumulasi branding dan pemasaran.

Sumber: Tempo.co

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)