Sektor Jasa Keuangan Dinilai Masih Stabil

OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan sampai Maret masih dalam kondisi terjaga. Sejak Februari lalu, OJK telah mengeluarkan berbagai kebijakan stimulus perekonomian di sektor perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non bank, sehingga fungsi intermediasi bisa optimal.

Kondisi perekonomian global diperkirakan akan terkontraksi cukup dalam pada semester 1-2020 dan mulai pulih pada semester 2-2020. Sedangkan perekonomian AS dan Eropa diprediksi akan terkontraksi pada Q2/2020 mengingat penyebaran virus Corona di AS dan Eropa baru akan mencapai pucnak pada April dan Mei. Sementara pada Q2/2020, perekonomian Tiongkok diprediksi membaik.

Adanya sentimen negatif terkait penyebaran virus Corona di Indonesia terlihat dari investor nonresiden yang berbondong-bondong keluar dari pasar saham sebesar Rp 6,11 triliun dan SBN sebesar Rp 98,28 triliun. Dengan kondisi tersebut, pasar saham melemah sebesar 37,49% ytd menjadi 3.937,6.

Sementara itu, kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan pada Februari 2020 bergerak sejalan dengan ekonomi domestik. Kredit perbankan mencatat pertumbuhan positif sebesar 5,93% yoy yang ditopan oleh kredit investasi yang tetap tumbuh double digit di level 10,29% yoy dan piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan meningkat 2,82% yoy. Dana Pihak Ketiga (DPK) pun tumbuh sebesar 6,80% yoy.

Sampai dengan 24 Maret, penghimpunan dana melalui pasar modal telah mencapai Rp 21,55 triliun. Adapun jumlah emiten baru tahun ini sebanyak 13 perusahaan, dengan pipeline penawaran sebanyak 61 emiten
dan total indikasi penawaran sebesar Rp 28,8 trilun.

Rasio Posisi Devisa Neto (PDN) sebesar 2,35%, masih jauh di ambang batas ketentuan sebesar 20%. Capital Adequacy Ratio perbankan sebesar 22,42%, Risk-Based Capital industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing sebesar 670% dan 312%.

Editor ; Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)