Selama Pandemi, Merek Alokasi Porsi Digital Marketing di Atas 87%

Indonesia Digital Popular Brand Award 2020 (IDPBA).

Pandemi COVID-19 mau tidak mau memaksa banyak merek dan perusahaan harus bertransformasi dengan cepat mengadopsi digital strategy. Aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang mengharuskan gerak masyarakat dibatasi sehingga harus di rumah saja meningkatkan konsumsi masyarakat di layar ponsel atau gawainya.

Maka itu merek pun harus melakukan transformasi strateginya dengan lebih banyak di digital. Walau kini sudah memasuki era new normal, langkah ini akan tetap diteruskan sebab gerak masyarakat tidak seleluasa dahulu selama virus corona masih mengancam nyawa manusia.

Infobrand.id dan Tras n Co, lembaga yang secara rutin melakukan penelitian brand, menggandeng IMFocus Digimarketing Consultant selaku Certified Google Partner kembali menghadirkan penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award 2020 (IDPBA). Kali ini gelaran ini diadakan secara virtual.

“Apresiasi ini diberikan bagi brand-brand di Indonesia yang telah sukses membangun top of digital awereness, top of digital search, top of digital traffic serta meningkatkan engagement brandnya melalui media digital atau internet sehingga unggul dan populer dibandingkan brand lainnya,” ungkap Chief Executive Officer (CEO) Tras n Co Indonesia Tri Raharjo di acara eAwarding  yang mengusung tema “Marketing in the New Normal” (25/06/2020).

Tri meyakini, para peraih IDPBA 2020 telah beradaptasi dengan baik terhadap era disruptif teknologi saat ini. Menurutnya, mereka tidak hanya semakin kreatif dalam berfikir dan bertindak, namun juga konsisten dari upaya memaintain digital brand secara berkesinambungan dalam membangun dan membesarkan mereknya. Ia menyebut selama pandemi, merek-merek Indonesia mengalokasikan porsi digital marketing lebih dari 87%.

“Dengan kata lain, setiap brand perlu terus bergerak cepat dan lincah mengikuti arah perubahan lingkungan bisnis dalam menyongsong era revolusi industri generasi keempat ini. Karena kemajuan sebuah brand sangat ditentukan oleh bagaimana cara kita untuk mampu adaptif terhadap perkembangan zaman, kemudian menghadirkan brand ke hadapan pelanggan potensial melalui cara yang mudah dan simpel,” jelasnya.

Untuk menentukan para peraih IDPBA 2020, telah dilakukan Survei Indonesia Digital Popular Brand Index 2020 pada bulan November 2019 – Januari 2020 kepada 154 kategori produk dan lebih dari 1.131 brand tersurvei di Indonesia melalui tiga parameter penilaian yakni Search Engine Based, Social Media Based dan Website Based.Dari hasil survei untuk 154 kategori tersebut, Tri menemukan masing-masing 10 kategori teratas dalam daftar Top of Digital Search, Top of Digital Awareness, Top of Digital Traffic dan Top of Digital Engagement.

Untuk daftar Top of Digital Search, kategori Marketplace mendominasi dengan persentase mencapai 60,78%. Kemudian disusul oleh kategori Low Cost Carrier 9,66% dan Internet Banking dengan persentase 8,77%. Sementara kategori Online Transportation menempati urutan keempat dengan persentase 6,26%, Marketplace Fashion 5,37%, Simcard Prabayar 2,89%, Laptop 1,85%, Helm 1,56% serta kategori Call Center Bank dan Kosmetik dengan masing-masing persentase mencapai 1,47% dan 1,39%.

Sementara untuk daftar Top of Digital Awareness sendiri, Marketplace menempati urutan teratas dengan persentase 32.24%, disusul kategori Laptop 19,86% di urutan kedua dan kategori Low Cost Carrier di urutan ketiga dengan persentase 12,3%.

Selanjutnya ada kategori TV LED dengan persentase 10,81%, Marketplace Fashion 9,78%, Printer 3,79%, Tinta Isi Ulang 3,67%, Plastic Container Makanan 3.04%, Helm 2.27% dan kosmetik 2,24%.

Dalam daftar Top of Digital Traffic, Marketplace kembali menempati urutan teratas dengan persentase 52,26% yang kemudian disusul kategori Internet Banking dan Kartu Prepaid di urutan kedua dan ketiga dengan masing-masing persentase 12,34% dan 7,56%.

Selanjutnya ada kategori KPR dengan 6,28%, Laptop 6,22%, Produk Tabungan 3,33%, Mobile Banking 3,19%, Produk Deposito 3,12%, Call Center Bank 2,93% dan Online Transportation di urutan terakhir dengan persentase 2,77%.

Daftar terakhir adalah Top of Digital Engagement dengan urutan pertama di tempati oleh kategori Kosmetik dengan persentase 12,33%, sementara Smartphone dan Kopi Bubuk masing-masing di urutan kedua dan ketiga dengan persentase 11,25% dan 11,01%.

Selanjutnya ada kategori Oatmeal dengan persentase 10,32%, AC 10,32%, Air Minum Dalam Kemasan Beroksigen 10,14%, Obat Batuk 10,09%, Perusahaan Asuransi 8,56%, serta Kursi Kantor dan Sim Card Prabayar dengan masing-masing persentase mencapai 7,99% dan 7,99%.

Adapun brand-brand yang berhasil menjadi juara digital dan meraih penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award 2020 antara lain Campina (kategori Es Krim), Prudential (kategori Perusahaan Asuransi, Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan), Sanken (kategori Mesin Cuci dan Kompor Gas), Bank BNI (kategori Produk Tabungan, Mobile Banking dan Call Center Bank), Caladine (kategori Bedak Kesehatan), Sariayu (kategori Pelembab Wajah, Masker Wajah, Krim Pemutih dan Bedak Muka Padat), FiberStar (kategori Infrastruktur Service Provider).

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)