Selandia Baru Dukung Pengembangan Energi Panas Bumi Indonesia

doc. www.mineralenergi.com

Selandia Baru menggencarkan pengembangan sektor energi panas bumi di Indonesia. Hal ini dilakukan seiring dengan langkah negara tersebut untuk menjadi pemimpin global dalam upaya pemulihan hijau pasca pandemi Covid-19.

Untuk diketahui, virus Corona sukses menekan komunitas internasional, sistem kesehatan, dan perekonomian global. Namun, di saat yang bersamaan, pandemi tersebut membuka peluang untuk menyelaraskan kebijakan iklim negara-negara di dunia. Meskipun tingkat emisi global menurun selama masa isolasi atau lockdown di sejumlah negara.

Program rendah karbon seperti pengembangan energi panas bumi sedianya dapat menjadi stimulan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.

“Terkadang terdapat pola pikir yang melihat bahwa upaya pelestarian lingkungan sebagai beban pertumbuhan ekonomi. Namun, jika kita menginginkan pemulihan ekonomi berkelanjutan pasca Covid-19, kita harus berfokus pada faktor sosioekonomi dan lingkungan,” kata Menteri Perdagangan dan Pertumbuhan Ekspor Selandia Baru, David Parker dalam acara Digital Indonesia International Geothermal Convention (DIIGC) 2020.

New Zealand Trade and Enterprise (NZTE) atau badan pengembangan bisnis internasional Selandia Baru telah melakukan beberapa langkah untuk mendorong pengembangan energi panas bumi di Indonesia. Misalnya dengan mengadakan webinar dengan menghadirkan teknologi, sistem, dan inovasi di sektor panas bumi selama masa pandemi ini.

“Selandia Baru selalu siap melanjutkan dukungan untuk mengupayakan pemulihan ekonomi ramah lingkungan dan pengembangan panas bumi di Indonesia, salah satu negara di dunia yang memiliki potensi energi panas bumi yang sangat besar,” kata Komisaris Perdagangan Selandia Baru untuk Indonesia, Diana Permana.

Dia menjelaskan, selama 36 tahun, kolaborasi yang dilakukan pemerintah Indonesia dengan Selandia Baru telah melahirkan pembangkit listrik tenaga panas bumi pertama di Indonesia yang terletak di daerah Kamojang, Jawa Barat. Pembangunan ini terlaksana dengan bantuan finansial New Zealand Aid Programme. Kemitraan tersebut pun mencapai babak baru, hal tersebut sejalan dengan ambisi pemerintah Indonesia untuk memproduksi 7.241 megawatt tenaga listrik dari panas bumi di tahun 2025.

Pemerintah Selandia Baru mengalokasikan bantuan dana sebesar Rp296,86 miliar selama periode 2017-2022 dalam bentuk pelatihan bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dukungan teknis bagi mitra termasuk Kementerian ESDM dan PT Sarana Mitra Infrastruktur (SMI), serta upaya peningkatan akses ke energi panas bumi di Maluku.

“Kami telah mendukung keberhasilan Indonesia dan kami ingin membantu Indonesia mewujudkan potensi panas buminya dengan bekal kerja sama yang telah terbangun selama beberapa dekade. Saat ini, Indonesia adalah penerima bantuan pembangunan terbesar dari Selandia Baru di luar Pasifik,” kata Parker.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)