Selat Solo Viens, UKM Kuliner Solo yang Maju dengan Teknologi

Serra Rianda, Generasi Kedua Penerus Bisnis Selat Solo Viens

Tidak dapat dipungkiri, dengan jumlahnya yang menyentuh lebih dari 90% dari total usaha yang ada di Indonesia, Usaha Kecil Menengah (UKM) memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian Indonesia.

Perlu bagi UKM Indonesia untuk mengaplikasikan teknologi dalam bisnisnya, mengingat pemanfaatan teknologi dapat membantu efisiensi dan produktivitas bagi pelaku bisnis agar dapat naik kelas dan terus bersaing di bidangnya. Salah satunya adalah Selat Viens, usaha kuliner keluarga di Solo yang kini dikelola oleh pemiliknya Serra Rienda dan menawarkan makanan tradisional selat Solo yang telah dibangun sejak tahun 2006.

Berawal dengan hanya satu outlet di Solo, usaha yang masih berjalan konvensional tersebut dijalankan oleh ibu dari Serra Rienda dan almarhum ayahnya, dengan tujuh karyawan. Awal terbentuknya Selat Viens ini menurut Serra Rienda, bukan karena keluarganya ingin menciptakan keuntungan bisnis semata, melainkan karena ibu kandungnya sendiri yang ingin menghadirkan solusi kuliner bagi masyarakat Solo karena pada awalnya, Selat Solo hanya bisa ditemukan di acara resmi seperti pernikahan dan pengajian. Berbeda dengan saat ini, dapat dikatakan bahwa bisnis kuliner Selat Solo terus berkembang dan memiliki banyak pesaing. Namun Selat Viens mampu membuktikan posisinya untuk tetap bertahan karena keunikan resep dan juga pemanfaatan teknologinya sehingga proses transaksi menjadi lebih cepat.

Sebagai anak pertama, Serra Rianda turut membantu mengurus bisnis keluarga dengan tetap berkuliah di Universitas Gajah Mada (UGM), dan juga bekerja selama 6 tahun sebagai pegawai swasta dengan jabatan menjanjikan, hingga akhirnya memutuskan untuk keluar dan mengembangkan bisnis keluarganya. Serra Rienda memutuskan untuk mengembangkan bisnis Selat Viens dan berhasil melakukan ekspansi hingga 7 outlet di Solo hanya dalam waktu 1,5 tahun.

Dulu, semasa masih belum menggunakan teknologi aplikasi kasir Moka yang dapat membantu mengawasi bisnisnya secara real-time, toko Selat Viens harus ditutup sementara jika ibu nya memiliki acara lain diluar, karena belum percaya dengan karyawan yang mengurus. Sekarang dengan menggunakan teknologi yang serba digital, ia mampu mengawasi bisnis yang dimiliki dengan mudah dari manapun dan kapanpun. Ia dengan mudah mendapatkan laporan analisis lengkap mengenai produk apa yang laku.

Hal itu sejalan dengan data penelitian Google dan Deloitte yang menyebutkan bahwa dengan pemanfaatan teknologi, pelaku UKM dapat meningkatkan 80% pendapatan bisnisnya, serta 1,5 kali memiliki kesempatan lebih besar untuk membuka lapangan pekerjaan baru.

“Sebelum resign, saya bilang ke ibu saya, percaya atau tidak dengan keterlibatan saya sepenuhnya untuk mengurus bisnis ini, karena jika ibu percaya saya langsung ajukan untuk manfaatkan teknologi. Bahkan saya sekarang tidak berani buka cabang kalau belum pakai sistem aplikasi kasir ini,” ujar Serra Rienda.

Dengan kemudahan teknologi, ia mampu menjalani bisnis dan tetap memberikan inovasi produk tanpa harus kekurangan waktu untuk menyelesaikan pendidikan S2 Magister Manajemen nya di UGM. Selain itu untuk operasional bisnis sehari-hari, pemilik Selat Viens juga memanfaatkan fitur ingredient inventory yang dapat membantu pengaturan stok bahan baku yang digunakan dalam mempersiapkan menu, sehingga keputusan untuk pembelian ulang kepada supplier kepada vendor dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Terlebih lagi, fitur dashboard report pada yang secara otomatis dapat menarik data laporan penjualan dari berbagai sumber, termasuk tagihan dan penjualan dari food-delivery.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)