Seluk Beluk Perfilman di Mata Mira Lesmana

Produser Ada Apa pengan Cinta? (Miles Film), Mira Lesmana.

Selama dua dekade mengabdikan diri pada industri film, membuat Mira Lesmana peka akan seluk beluk industri film di Indonesia. Sebagai produser ia menggabungkan kualitas dan pasar, yang keduanya diyakini sebagai cara bisnis film yang ideal.

Sebuah film dengan mass audience appeal akan meraih keseuksesan pasar. Didukung dengan skenario bagus, aktor tepat, pemilihan sutradara, penunjang produksi, dan promosinya, akan menjadi kombinasi sempurna. Tak kalah penting, word of mouth penonton juga menjadi rekomendasi positif yang mendulang kesuksesan. Mira yakin film dengan mass audience appeal itu harus berkualitas agar menjadi bahan pembicaraan yang positif.

Dalam pembuatan film, pendapatan utama produsen berasal dari penjualan tiket bioskop. Sedangkan dukungan dari sponsor digunakan untuk mempromosikan film, bukan untuk menutup biaya produksi. Promosi sangat dibutuhkan untuk pasca produksi. Bisnis memang menjadi utama, tapi di atas itu semua, sebagai sineas film bukan sekadar persoalan bujet atau meraih untung saja. “Film dibuat bersama sineas lainnya dengan passion, kerja keras yang panjang untuk ditonton banyak orang,” ujar istri aktor Mathias Muchus.

Jika dilihat dari penjualan tiket film yang masuk box office, Mirles Films memiliki Laskar Pelangi . Namun, posisi film ini telah digeser Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! dan Dilan 1990, sehingga menjadikan posisinya berada di peringkat ketiga. Tak hanya itu, Ada Apa Dengan Cinta yang juga produksi Mirles Films berada di lima besar.

Menurut Mira, sumber pendapatan rumah produksi film selain  penjualan tiket juga dari  televisi, digital platform, marchandise, in-flight entertainment (film-film yang diputar di layar maskapai penerbangan), pementasan teater, dan pencetakan buku tentang film. “Sedangkan untuk distribusi internasional, tidak semua film memiliki appeal internasional, ada yang sangat lokal,” tambahnya. Ia mencontohkan, untuk film Pendekar Tongkat Emas dan Ada Apa Dengan Cinta? mendapat appeal internasional dan dapat ditonton melalui Netflix.

Pendanaan film melalui crowdfunding makin marak sejak tahun lalu, terutama dengan makin banyaknya modal ventura  yang berinvestasi di perfilman. Film Atambua 30º Celsius  misalnya, permodalan  berasal dari crowdfunding. Pihak sponsor juga menjadi salah satu yang mendukung film-film di Indonesia.

Mira berusaha untuk memahami siapa penonton film yang ingin ia buat dan target yang ingin dicapai. Hal ini untuk menghindari kesalahan kalkulasi dan perkiraan, sehingga dapat mengalami kerugian. “Ada faktor X pada film, tidak ada formula baku yang menciptakan kesuksesan sebuah film. Sebagai produsen, kami hanya pandai mencari target audience yang tepat untuk film yang dibuat,” tegasnya.

 

Reportase: Herning Banirestu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)