Sepertiga Karyawan Ingin Berganti Pekerjaan karena Pandemi

Laporan ‘Securing the Future of Work’ Kaspersky mengungkapkan, sebanyak 35% karyawan berpikir untuk beralih ke pekerjaan baru dalam waktu 12 bulan ke depan. Alasan orang ingin beralih pekerjaan nampaknya dapat dimengerti dalam situasi pandemi Covid-19 ini. Meski begitu, terdapat beberapa orang yang memilih untuk tetap berada di posisi mereka saat ini (48%).

Terlepas dari pilihan mana pun yang mereka ambil, motivasi terbesar bagi mereka untuk mencoba pekerjaan baru adalah untuk mendapatkan upah yang lebih baik (49%), danenyeimbangkan kehidupan pribadi dengan pekerjaan menjadi alasan kedua (41%) paling banyak datang dari para responden.

Sergey Martsynkyan, Head of B2B Product Marketing Kaspersky mengatakan, pandemi nyatanya telah membuka banyak waktu orang-orang untuk menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga, serta mengejar minat dan hobi pribadi. Para karyawan mungkin ingin memperoleh kesempatan berharga ini untuk kehidupan mereka.

"Di tengah lockdown dan kerja jarak jauh, mereka juga memiliki lebih banyak waktu untuk merenungkan karir masa depan, serta meningkatkan keterampilan atau mempelajari sesuatu yang baru," ujarnya dalam siaran pers, Jumat (12/03/2021).

Setelah upah dan kenyamanan pribadi, mendapatkan peran yang lebih berharga dan bermakna dalam bekerja adalah alasan terpenting ketiga yang diberikan responden (35%). Peristiwa di tahun 2020 mungkin telah menyebabkan karyawan memikirkan kembali pekerjaan mereka saat ini dan menyadari nilai dari sebuah waktu dan bagaimana cara memanfaatkannya dengan baik.

Dengan memikirkan kembali minat dan kemampuan mereka, kata Sergey, orang akan mampu menciptakan realitas kerja yang baru, baik itu berganti pekerjaan atau tetap dalam peran saat ini. Mereka akan berusaha keras untuk mempertahankan manfaat kerja jarak jauh dan pengaturan yang lebih nyaman.

"Namun untuk mencapai hal tersebut, karyawan perlu menerapkan sikap yang tepat, belajar menjadi fleksibel, dan bekerja lebih cerdas. Dan tentu saja, mereka perlu mengatur lingkungan kerja mereka dan bertanggung jawab atas keandalan dan keamanannya. Bagaimanapun, ini bahkan bisa menjadi keunggulan kompetitif di mata para perekrut," tuturnya.

Survei ini dilakukan kepada lebih dari 8.000 karyawan di Brazil, Belgia, Cina, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Luksemburg, Malaysia, Meksiko, Belanda, Rusia, Spanyol, Afrika Selatan, Turki, UEA, Inggris, dan AS pada Oktober 2020.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)