Sequis Life Targetkan Distribusi Digital Sumbang 10% Premi di 2020

Sequis Life mengembangkan jalur pemasaran dan layanan digital bagi nasabah dalam rangka perluasan segmentasi nasabah yang selama ini masih didominasi nasabah middle up. Harapannya, dalam tiga tahun ke depan sumbangan premi dari lini distribusi digital bisa mencapai 10%.

Tatang Widjaja, Presiden Direktur & CEO Sequis, menjelaskan, inovasi digital telah dilakukan perusahaan sejak 1,5 tahun lalu. Saat itu bertepatan dengan peluncuran layanan asuransi online malui Sequis Online dan Sequiz Ez untuk pendaftaran online nasabah berbasis website, agar memudahkan nasabah memperoleh proteksi dari Sequis Life.

Kini, layanan nasabah dilengkapi dengan layanan baru bagi nasabah yakni PolisQ, aplikasi berbasis Android dan IOS yang memudahkan nasabah untuk mengontrol polis, perubahan data, pembayaran premi, hingga pengajuan klaim.

“Launching PolisQ ini untuk mempermudah nasabah yang sudah bergabung dengan Sequis Life. Ini bagian dari service, setelah pos sell melalui Sequis Online dan Sequis Ez. Targetnya adalah untuk utilization. Tahun pertama diharapkan 25%n nasabah sudah menggunakan aplikasi PolisQ. Tahun kedua 60% nasabah akan menggunakan aplikasi tersebut untuk memudahkan dan mempercepat poses, namun mereka yang masih menggunakan service online masih akan dilayani,” jelas Tatang di Jakarta (8/5/2018).

Sementara itu, Dion P Guntoro, Head of Bussiness Excellence & Project Management Office Sequis, menjelaskan, sejak aplikasi PolisQ diluncurkan pada April 2018, sebanyak 5.000 nasabah telah memanfaatkan inovasi digital tersebut.

Untuk pendaftaran online melalui Sequis Online dan Sequis Ez, kata Yeoh Ah Thoo, Director & Chief Operating Officer Sequis, sejak diluncurkan, ratusan polis telah dikeluarkan dengan uang pertanggungan mencapai Rp100 juta. “Untuk Sequis Online memang masih sedikit nilai preminya, tetapi 70% dari new bussiness diajukan via sistem. Jadi sudah ada yang coba layanan online ini, karena prosesnya hanya 3-4 menit saja sudah dapat proteksi. Sementara kalau manual bisa berhari-hari. Apalagi dari luar kota,” jelas Yeoh.

Tatang lebih lanjut menjelaskan, selain inovasi digital untuk peningkatan kualitas layanan proteksi nasabah, Sequis Life juga tengah merancang web portal untuk pendaftaran agen secara online. Dia menyebutkan, sumbangan premi yang dihasilkan oleh kanal distribusi keagenan masih mendominasi hingga 96%. “Dengan adanya inovasi ditigal ini, kita harapkan di tiga tahun ke depan digital sell bisa sumbang premi 10%,” ujar Tatang.

Dia menambahkan, untuk program transformasi digital ini, pihaknya menganggarkan investasi sebesar US$10 juta per tahun. “Dengan makin banyaknya Sequis digital, makin banyak yang dilayani langung secara mesin, sehingga proses manual berkurang. Ini yang kami kembangkan agar apps ini popular dengan target segmen mass market, semua akan terdigitalisasi. Dari membeli polis, underwriting hingga polis terbit sudah terdigitalisasi. Dalam jangka panjang akan mencapai penetrasi yang lebih banyak,” katanya.

Hingga akhir tahun 2018, Tatang mengungkapkan tidak akan agresif dalam membuka cabang baru. Rencananya hanya akan menambah 5 cabang, yakni dua di Jakarta, dan tiga di luar Jakarta. “Mungkin nanti di Palembang, Makassar, dan area Jawa. Kami memang tidak agresif membuka cabang baru, karena lebih memilih meningkatkan produktivitas cabang yang sudah ada,” katanya.

Tatang juga mengungkapkan bahwa sepanjang 2017, Sequis Life mencatatkan kinerja yang sangat positif. Antara lain pendapatan premi senilai Rp3,01 triliun atau tumbuh 4% dari tahun 2016. Premi bisnis baru menyumbang sebesar Rp665 miliar ke total premi 2017. Produk tradisional menyumbang 27%, dan produk unit link mendominasi hingga 73%.

Adapun produk investasi dialokasikan lebih banyak ke obligasi negara mencapai 77%, sementara obligasi swasta 22%. Sisanya ditempatkan di saham dan portofolio lainnya. “Tahun 2018 Sequis masih optimistis bahwa pertumbuhan bisnis baru mencapai 20%. Tetapi untuk total premi, setelah mengantisipasi produk jatuh tempo, mungkin di kisaran 10 persen pertumbuhannya,” ungkap Tatang.

Terkait penguatan US$ apakah memengaruhi premi, Tatang menjelaskan bahwa semua produk berbasis mata uang US$ adalah produk tradisional yang tidak menyangkut kesehatan, pendidikan, saving dan investasi. Sehingga tidak berpengaruh pada harga produk Sequis. “Produk yang terkait dengan mata uang asing jika ada nasabah yang berobat ke luar negeri, sejauh ini di Singapura dan Malaysia. Nanti di semester kedua tahun 2018, kami akan merilis produk baru untuk membedakan yang lokal dan asing,” dia menegaskan.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)