Sharp Patok Target Pertumbuhan Bisnis Hingga 20%

Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia, Shinji Teraoka.

Tahun 2018, PT Sharp Electronics Indonesia optimistis bisnisnya tumbuh 15-20% di industri elektronik.  Meskipun kondisi pasar tahun 2017 kurang baik, namun Sharp masih bisa meningkatkan pangsa pasar atau market share dan terus tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia, Shinji Teraoka, tantangannya saat ini adalah menurunnya tendensi masyarakat untuk membeli produk baru. “Kini masyarakat akan lebih berhati-hati dalam membeli suatu produk dan memilih untuk menyimpan uangnya hingga suasana sudah kondusif di tengah tahun politik nanti,” ungkapnya.

Selain itu, penerbitan Peraturan Direktur Jenderal Pajak tentang Tata Cara Pembuatan & Pelaporan Faktur Pajak Berbentuk Elektronik  memengaruhi roda perekonomian, baik langsung maupun tidak langsung.

Memasuki 2018, pembenahan juga dilakukan oleh Sharp di berbagai aspek seperti infrastruktur, transportasi, hingga regulasi yang mendukung berkembangnya usaha dan produksi dalam negeri. Meski demikian, bagi Shinji peraturan pemerintah saat ini sudah cukup mendukung pertumbuhan bisnis, seperti dalam kestabilan nilai kurs maupun insentif pajak untuk produk-produk yang mempunyai kandungan lokal ataupun diproduksi di indonesia.

Sharp juga akan melakukan ekspansi bisnis untuk terus bertumbuh, seperti meningkatkan citra mereknya di mata konsumen. Salah satu cara yang ditempuh dengan meluncurkan invosi terbaru di beberapa produk dan kategori baru, seperti AC dan Air Purifier dengan teknologi IoT, water treatment, beauty product, hingga jajaran handphone terbaru.

Beberapa strategi bisnis telah dipersiapkan dengan membuka channel distribusi baru untuk meningkatkan market B2B, kategori baru, serta jajaran lini terbaru yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia (local fit product).

“Tak lupa, kami juga akan meningkatkan penjualan ekspor untuk produksi lokal serta meningkatkan dan memperluas jangkauan layanan purna jual,” ungkapnya. Efisiensi dan efektifitas proses produksi di pabrik lokal ditingkatkan serta supply chain management mulai dari bahan baku, proses produksi, hingga produk diterima konsumen.

 

Reportase: Sri Niken Handayani

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)