Siasat Startup Pomona Geser Haluan Bisnis

Pomona, startup advertising technology (adtech) besutan Benz Budiman dan Ariawan Suwendi, cermat dalam melihat peluang dalam pergeseran bisnis saat ini. Mulai beroperasi pada Mei 2016, Pomona memosisikan diri di segmen B2C yakni membantu meningkatkan angka penjualan retail offline melalui pemberian insentif berupa poin kepada para pengguna aplikasinya.

Konsumen mendapatkan reward yang diperoleh lewat aktivitas pemindaian barcodecheck-in tempat, dan sebagainya, sehingga konsumen menjadi lebih giat dalam bertransaksi offline dan pihak retail memiliki peluang lebih dalam menghadapi perilaku belanja online di tengah masyarakat. Dalam kurun sebulan, telah terjadi aktivitas pemindaian barcode sebanyak 300 ribu kali, dan telah diunduh 70 ribu penggua.

Namun setahun kemudian, Benz dan Ariawan melihat situasi dan peluang yang bisa lebih membesarkan bisnisnya, yakni tingginya permintaan para pelaku industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG) di Indonesia yang ingin mengetahui secara lebih akurat apa yang sebenarnya konsumen butuhkan. Maka Pomona mengambil langkah untuk menambah area binisnya menjadi B2C dan B2B.

“Awal berdiri B2C, di akhir 2017 melihat perkembangan market kami memutuskan sedikit berubah menjadi B2B2C. Para pelaku industri selama ini tidak dapat secara akurat mengetahui apakah aktivitas pemasarannya berujung pada transaksi atau sales. Maka fokus Pomona kini pada sales conversion untuk industri FMCG,” ujar Benz Budiman, CEO Pomona.

Ia melanjutkan, Pomona kini tidak hanya memberi reward bagi konsumen tetapi juga membantu menghubungkan para pelaku industri FMCG dengan konsumen dan memahami kebutuhan konsumennya secara lebih akurat, melalui teknologi Optical Character Recognition (OCR) dan Machine Learning.

“Dari sisi konsumen, hanya dengan cara mengunggah foto struk pembelian ke aplikasi akan mendapat cashback yang bisa dicairkan berupa uang tunai atau pulsa. Dari sisi perusahaan FMCG dapat membantu menganalisis dan memverifikasi keakuratan sehingga bisa memberikan pandangan mengenai sales conversion atau tingkat penjualan dari kegiatan pemasaran yang telah dilakukan,” tuturnya.

Sejak meluncur pada akhir tahun 2017, Pomona disambut baik oleh para pelaku industri FMCG di Indonesia. Tercatat sudah terdapat ratusan produk dari perusahaan FMCG besar yang menjalin kerja sama. Produk – produk tersebut terdiri dari produk yang termasuk ke dalam kategori seperti bahan makanan, personal care, produk kesehatan, snacks dan minuman, frozen food, dan barang – barang kebutuhan sehari – hari lainnya. Selain itu ritel besar yang sifatnya masif juga telah menjalin kerja sama, seperti Indomaret, Alfamart, Giant, Hypermart, Hero, Lawson, Lottemart, Circle K, Guardian, Watson, Century, dan lain – lain.

Pomona sendiri telah mendapatkan pendanaan seri A, dan tidak lama lagi, Benz akan mengumumkan pendanaan berikutnya. “Antusias masyarakat terhadap Pomona pun terus meningkat, tercatat hingga kini lebih dari 200,000 orang telah menggunakan Pomona,” kata Benz.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)