Sidang Tahunan ICCIA Akan Bahas Inklusi Ekonomi Syariah

Islamic Chamber of Commerce, Industry & Agriculture (ICCIA) mempercayakan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) sebagai penyelenggara Sidang Tahunan ICCIA yang akan diadakan di Jakarta pada tanggal 22-23 Oktober 2018. Sidang akan mengangkat tema “Inclusion in Sharia Economy: A New Paradigm” dengan dihadiri oleh seluruh anggota ICCIA yang terdiri dari 27th Board of Directors dan 60th Financial Committee Meetings.

Rosan Roeslani, Ketua Umum KADIN Indonesia, mengatakan, ICCIA akan menyelenggarakan side event yang terdiri dari 17th Private Sector Meeting dari negara-negara yang menjadi anggota OKI. Private Sector Meeting tersebut akan mendiskusikan beberapa isu-isu penting terkait bisnis antar negara-negara anggota ICCIA.

Adapun tema yang akan didiskusikan bersama adalah “Role of ICCIA in the Development of Halal Economy, Economic Empowerment of Business Women, Opportunities for Investment in OIC Countries” dengan fokus pada pengembangan infrastruktur di Indonesia.

“Pemerintah Indonesia telah menetapkan infrastruktur sebagai salah satu prioritas pembangunan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Potensi investasi pada infrastruktur merupakan salah satu isu menarik untuk didiskusikan oleh negara-negara OKI, dimana negara negara tersebut bisa memperoleh kesempatan berinvestasi dan berbisnis di Indonesia, pada saat yang bersamaan Indonesia dapat menarik lebih banyak lagi dana dari perusahaan swasta untuk pembangunan dan peningkatan pelayanan infrastruktur,” ujarnya.

Rosan melanjutkan, pertumbuhan ekonomi dunia didorong untuk bersifat inklusif, termasuk dalam sektor keuangan. Inklusi keuangan syariah merupakan mekanisme yang baik untuk membantu mengurangi kemiskinan dan mengatasi ketimpangan. Indonesia sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia memiliki modal kuat untuk memanfaatkan ekonomi syariah sebagai alat untuk mengatasi berbagai isu pembangunan.

“Maka dari itu sudah seharusnya Indonesia dapat memposisikan diri sebagai leading country dalam pengembangan usaha dan pendanaan syariah diantara negara-negara anggota OKI,” lanjutnya.

Selain itu, melihat perkembangan zaman yang terjadi saat ini penggunaan teknologi digital semakin meningkat, dapat membantu mempercepat inklusi keuangan. “Oleh karena itu penetapan tema ‘Inklusif’ dan ‘Ekonomi Syariah’ ke depannya berpotensi untuk menjadi paradigma baru dalam menghadapi fenomena dan penyelesaian gejolak perekonomian global,” jelas Rosan.

Tidak hanya itu, Rosan menambahkan, tema pemberdayaan perempuan juga akan dibahas saat ICCIA nanti. “Indonesia dapat mengutarakan pendapat dan masukan yang signifikan dalam memajukan peran perempuan di negara-negara OKI, di mana perempuan Indonesia sudah banyak menunjukkan prestasinya sebagai pemimpin di bidang pemerintahan maupun bisnis,” tambahnya.

KADIN Indonesia juga mendukung dibukanya kantor cabang ICCIA di Indonesia, mengingat posisi strategis Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar di antara negara-negara anggota OKI.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)