Simed Agresif Garap Pasar PLTS Atap Lewat HiCell

(kiri) Direktur PT Simed Prakarsa Indonesia Dewi Rulan (Foto: Eva/Swa)

HiCell sudah dilansir oleh PT Simed Prakarsa Indonesia (Simed) sejak 2015 setelah sukses dengan Hicop pemanas air tenaga udara yang dipasarkan pada 2009. Edukasi pasar terus dilakukan dan baru dua tahun belakangan saat pandemi, masyarakat dengan dukungan kebijakan dari pemerintah, mulai menggunakan panel listrik tenaga surya untuk menghemat biaya listrik bulanan.

Untuk itulah, Simed agresif mengedukasi dan memasarkan panlel listrik tenaga surya untuk mengikuti tren dan selera pasar. Optimisme Simed bukan tanpa alasan. Situasi pandemi mengharuskan banyak orang melakukan pekerjaan dari rumah (work from home) serta meningkatnya penggunaan listrik di beberapa segmen bangunan komersial seperti rumah sakit.

Hal ini dilihat sebagai peluang untuk meningkatkan penjualan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang sangat membantu konsumen Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mengurangi tagihan listriknya.

Prinsip penghematan dari PLTS adalah mengurangi penggunaan listrik dari PLN pada siang hari. PLTS menghasilkan kelebihan listrik di siang har,  maka kelebihan tersebut akan diekspor ke jaringan PLN dan digunakan untuk mengurangi tagihan listrik di bulan berikutnya.

Simed mencatat lebih dari 350.000 watt atau 350 kW PLTS terjual di tahun 2021. Dengan meluncurkan produk terbaru yaitu Modul Surya Half-Cell Monocrystalline 410 WP yang memiliki efisiensi hingga 20,3 persen. Desain yang lebih estetik diharapkan penjualan PLTS akan naik di 2022.

Direktur PT Simed Prakarsa Indonesia Dewi Rulan mengatakan, sumber energi utama yang digunakan saat ini terutama listrik sumbernya adalah bahan bakar fosil yang makin langka. Jika barang makin langka, lanjutnya, otomatis harga listrik juga naik.

“Kita semua tahu bahwa sumber energi utama yang kita gunakan saat ini terutama listrik sumbernya adalah bahan bakar fosil yang makin langka. Jika barang makin langka otomatis harga listrik juga naik. Kalau dibilang jualan kurang cocok ya mungkin lebih tepatnya investasi dan investasi solar panel adalah investasi terbaik saat ini karena sumber energinya terbarukan dan tidak bisa habis," kata dia  dalam paparannya perkenalan produk terbaru yaitu PLTS HiCell Solar Cell System pada pameran IndobuildTech, di Jakarta Convention Center Senayan (17/11/2021). 

“Dengan PLTS, untuk jangka panjang kita bukan hanya balik modal, tapi juga untung karena solar panel bisa bekerja hingga 25 tahun atau lebih, sementara BEP (Break Even Point) dari investasi solar panel sekitar 7-8 tahun," jelas Dewi.

Solar Cell System atau PLTS bukan hanya menyasar segmen residensial seperti rumah sakit, tetapi juga segmen bangunan komersial seperti sekolah dan rumah sakit.

Untuk segmen residensial HiCell menyediakan paket 1.000 watt hingga 10.000 watt. Sedangkan untuk segmen bangunan komersial bisa menyesuaikan kebutuhan seperti 150.000 watt atau di atasnya.

Dewi mengaku banyak kelebihan HiCell dibandingkan produk PLTS lain, seperti garansi 10 tahun dan efisiensi biaya listrik hingga 30%. “Meski saat ini tren penjualan PLTS Atap meningkat, tapi kontribusi HiCell di Grup Simed hanya sekitar 10% dari total pendapatan perusahaan,” jelas Dewi.

Ke depan, Dewi optimistis penjualan HiCell akan terus meningkat. Sekadar infomasi Simed didirikan sejak tahun 1982. Produk andalan Simed hingga kini ada tiga: pertama, solar water heater dengan brand SolaHart. Kedua, pemanas air dengan tenaga udara merek HiCop dan ketiga, solar cell system (HiCell) yang diperkenalkan sejak tahun 2015.

www.swa.co.id       

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)