Sinergi BlueScope dan Krakatau Steel untuk Baja Domestik

Sebagai salah satu produsen baja di Indonesia, PT NS BlueScope berusaha memberikan nilai tambah terhadap produknya, yaitu Baja Canai Dingin (Cold Roll Coil). Baja ini diproduksi dengan memiliki ketahanan terhadap korosi dan dibuat dengan estetika melalui penggunaan lapisan warna.

Menurut Simon Linge, Presiden Direktur PT NS BlueScope ASEAN, inovasi terus diciptakan oleh produk baja lapis ringan ini. Kehadiran BlueScope di Indonesia melihat kebutuhan baja per kapita di Indonesia yaitu 65 ton per tahun lebih rendah di banding beberapa negara di ASEAN yang sudah mencapai 164 – 1.036 ton per tahun. “Ini merupakan peluang besar untuk industri baja Indonesia mulai dari hulu sampai hilir untuk bertumbuh. Saat ini kebutuhan baja lapis di industri tengah mencapai 1,3 juta ton tiap tahun dengan harapan dapat mendukung kebutuhan sektor konstruksi sebesar 789.244 ton,” ungkapnya.

Industri hulu dan tengah seperti Krakatau Steel dan BlueScope merupakan padat modal. BlueScope membangun pabrik di Cilegon dengan kapasitas 250.000 ton / tahun dan menghasilkan rangkaian produk mulai dari premium hingga value. Produk premium dari BlueScope Indonesia yang dikenal dengan merek seperti Zincalume Steel, Clean Colorbond Steel, plus  BlueScope Zacs banyak digunakan sebagai bahan material untuk membuat dinding, penutup atap. Khusus untuk BlueScope Zacs Truss dan Truecore dapat menjadi bahan rangka atap.

Sally Dandel, VP Marketing PT NS BlueScope Indonesia, mengaku bahwa BlueScope merupakan pelopor dalam memperkenalkan teknologi baja lapis. “Kami berharap keberadaan BlueScope dapat menjadi pilihan masyarakat untuk produk dengan nilai tambah jangka panjang,” jelasnya. Tantangan terbesar saat ini adalah berkompetisi dengan produk impor yang mengedepankan harga rendah dan dengan kualitas rendah.

Dukungan dari Krakatau Steel diberikan oleh Mas Wigrantoro Roes Setyadi, Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk."Sebagai produsen baja terbesar di Tanah Air, perseroan komit untuk mendukung industri dalam negeri baik, industri hilir maupun hulu," ungkapnya. Krakatau Steel bersama para mitra akan melakukan penambahan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri melalui serangkaian proyek strategis. Tahun 2025 mendatang di kluster Cilegon akan menghasilkan 10 juta ton baja tiap tahun.

Peran serta pemerintah dalam mendukung pertumbuhan industri baja Indonesia sangatlah penting. Terlebih kemampuan industri dalam negeri untuk mampu memproduki baja berkualitas, sehingga kebanggaan terhadap produk dalam negeri bisa terbangun.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)