Sinergi Cakra-True Axion Interactive Jajaki Era Baru di Industri Game

Newzoo merilis sebanyak 255,7 juta dari 66 juta populasi di Indonesia merupakan populasi online. Dan sebanyak 42,8 jutan adalah para gamers. Industri game mencetak Coumpound Annual Growth Rate (CAGR) tertinggi hingga 200% setiap tahunnya. Dalam rilisnya Newzoo juga menyebutkan pendapatan game di Indonesia mencapai US$ 321 juta dan mengalami kenaikan sebesar US$ 704 juta pada 2016 lalu.

Meningkatnya minat masyarakat terhadap game dan pesatnya pertumbuhan industri game di Indoensia dibuktikan dari capaian pendapatan yang diterima Pemerintah RI sebesar US$ 879,7 juta di sepanjang semester pertama 2017. Namun, menggeliatnya industri game di Indonesia belum memberikan keuntungan yang berarti bagi pengembang industri game lokal. Hal ini terlihat dari  kecilnya porsi kue yang dimiliki para pengembang lokal, yakni kurang dari 1%.

Nah, Cipta Kreasi Indonesia (Cakra), asosiasi yang bergerak di bidang intellectual property, menilai kecilnya porsi ini dipengaruhi oleh kulitas sumber daya manusia, daya saing industri, skema program dan target pemerintah yang belum jelas.

Hari Sungkari, Deputi Infrastruktur Bekraf; Jessie, CEO True Axion Interactive, Ivan Chen, Founder Cakra dan Sofian Martineau, Country Head True Digital Plus Indonesia. (Photo: Anastasia/SWA)Untuk mengatasi ketertinggalan Indonesia dalam industri game di Tanah Air dan global, Cakra menggalang kerja sama strategis dengan True Axion Interactive, yakni pengembang game yang berbasis di Thailand guna meningkatkan daya saing dan peningkatan kompetensi pemain lokal.

Ivan Chen, Founder Cakra, mengungkapkan, kerja sama ini untuk membuat ekosistem dengan membangun kolaborasi lintas sektor ekonomi kreatif dan mempercepat akselerasi industri game. “Kami berharap kerja sama ini dapat berkontribusi hingga 50% dalam pengembangan pasar game lokal di tahun 2020,” jelas Ivan.

Sementara itu, True Axion Interactive melalui Jessie Boonyawattanapisut, selaku CEO dan Chairwomen, menilai Asia Tenggara berpotensi untuk menjadi ladang pertarungan industri game global. Selain itu, Indonesia juga diproyeksikan berpotensi merangsek ke jajaran posisi strategis industri game Asia dan global.”Kami akan membantu pengembang lokal mendapatkan sertifikasi Internasional, sehingga dapat mengisi posisi strategis industri game global,” tandasnya.

Dalam penendatanganan kali ini hadir pula Hari Sungkari, Deputi Infrastruktur, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI. Hari menilai industri game bisa menjadi ujung tombak dalam mengangkat industri kreatif lain. Selain itu, penguatan brand game juga dinilai sebagai suatu hal terpenting dalam pengembangan industri ini, terutama dalam Intelectual Property."Jika brand game sudah stand out, sangat dimungkinkan akan merambah ke subsistem lain seperti fashion dan animasi,” ujar Hari.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)