Sinergi Jadi Kunci Penting Agar Industri Keuangan Kompetitif

(Tengah) Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP (Dok. SWA)

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif merupakan momentum bersama yang harus dimanfaatkan untuk terus mengakselerasi industri keuangan Indonesia. Industri perbankan nasional pada 2018 bertumbuh s 9,2% dari sisi aset, 11,8% dari sisi kredit dan 6,4% dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK). Bahkan, kajian IMF menunjukkan Indonesia berpeluang menempati peringkat 6 dunia sebagai Negara dengan ekonomi terbesar pada 2023 dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 5,4%.

Pada 2020 diperkirakan masyarakat kelas menengah akan mencapai 141 juta orang atau menguasai 53% dari total populasi. Perubahan besar ini akan menjadi bonus demografi dari populasi Indonesia untuk mendukung pertumbuhan industri keuangan di Indonesia. Ditambah dengan perkembangan digitalisasi yang mendorong transparansi informasi dan akses yang semakin luas untuk mendapatkan pilihan portofolio keuangan yang bervariasi, tidak hanya di pasar lokal melainkan juga hingga pasar global.

Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP, di Jakarta, (15/7/2019) mengatakan fenomena tersebut, di era transparansi perpajakan saat ini, harus menjadi catatan penting bagi semua pemangku kepentingan untuk segera mengambil langkah strategis dalam memperkuat sekaligus memperbesar pangsa pasar investasi di Indonesia.

"Kami mencatat beberapa isu strategis yang menjadi perhatian bersama dalam menjadikan industri keuangan Indonesia lebih kompetitif untuk menjembatani gap antara kebutuhan masyarakat yang berkembang dengan ketersediaan produk, yakni stabilitas, kepastian hukum, sinergi kebijakan dan yang terpenting adalah penyediaan solusi keuangan yang terintegrasi," ujarnya.

Solusi keuangan terintegrasi yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah yang terus berkembang menjadi kunci utama dalam meningkatkan competitive advantages dari industri keuangan Indonesia. Dengan solusi keuangan yang terintegrasi, industri keuangan Indonesia akan mampu memberikan solusi yang lengkap bagi nasabah untuk melakukan investasi di Indonesia. “Jika Indonesia mampu menyediakan layanan satu pintu untuk berbagai produk investasi, hal tersebut akan menjadi salah satu keunggulan karena memfasilitasi nasabah dengan kemudahan dan kenyamanan dalam memilih dan mengelola investasinya,” tambah Parwati.

Memanfaatkan momentum ini, Parwati menjelaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan diri dalam memberikan layanan wealth management yang memungkinkan nasabah untuk terus mengembangkan aset dan likuiditasnya dengan berbagai produk-produk yang sesuai. Perseroan memiliki aspirasi untuk turut membangun industri keuangan Indonesia lebih kompetitif dan memiliki daya saing dengan pasar global lainnya, dengan berbagai inisiatif.

Pertama, comprehensive wealth product (premier to private banking services). OCBC NISP memiliki solusi produk wealth untuk berbagai kalangan, mulai dari nasabah Premier Banking sampai dengan nasabah yang membutuhkan solusi keuangan yang kompleks dengan layanan Private Banking.

Kedua, digitalization. Data EY – 2019 Global Wealth Management Research Report menunjukkan bahwa 44% Gen X dan 39% generasi millenial sudah mengunakan fintech. Tingginya penetrasi digital ini ditangkap oleh tim Parwati dengan menghadirkan aplikasi ONe Mobile. Nasabah tidak hanya difasilitasi dengan kemudahan transaksi perbankan, tetapi juga dalam hal pengelolaan kekayaan melalui aplikasi ini. Pengguna ONe Mobile dapat membeli produk-produk investasi mulai dari deposito, reksadana, dan obligasi. Nasabah juga dapat memantau perkembangan investasinya dengan mudah melalui fitur “Investment Portfolio” yang terdapat pada aplikasi One Mobile.

Ketiga, regional network. Perseroan memiliki rekam jejak yang baik selama lebih dari 78 tahun di pasar Indonesia dan didukung oleh regional network - OCBC Group yang hadir di 18 negara dan regional. Dukungan ini mendorong OCBC NISP untuk mengembangkan bisnis di Indonesia dengan memanfaatkan kapabilitas Market Research OCBC Group untuk memberikan investment insights yang lebih komprehensif.

Saat ini, Idonesia sedang berada pada momentum pertumbuhan perekonomian yang positif dengan stabilitas perekonomian, bonus demografi yang akan berada pada puncaknya tahun 2020 serta potensi investasi keuangan yang cukup besar.

"Mari kita bersama-sama memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk mencari solusi dan menjawab isu-isu strategis untuk menjadikan pasar Indonesia sebagai salah satu pasar yang menarik bagi investor lokal mapun global. Tidak ada yang tidak bisa, jika kita bersama menggali berbagai kesempatan untuk terus mengembangkan dan memperbesar industri keuangan Indonesia,” kata Parwati.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)