Sinergi Kopi dan Batik di Hari Kopi Sedunia dan Batik Nasional

Pada Hari Kopi Sedunia, O’nee Kopi menggelar Bincang Santai bersama para barista muda pecinta kopi Indonesia

Kopi dan batik sebagai produk hasil perajin dan UMKM di Indonesia sejak zaman dulu menjadi satu sinergi yang tidak terpisahkan. Para perajin batik saat mencanting kain batik untuk menemukan inspirasi motifnya ditemani dengan secangkir kopi.

Pada Hari Kopi Sedunia, O’nee Kopi menggelar Bincang Santai bersama para barista muda pecinta kopi Indonesia yang tergabung dalan Brotherista bersama Pendiri O’nee Kopi Budi Prasojo dan Harriny Joelianty. Yang menarik dalam acara ini nara sumbernya tidak hanya para barista muda, tetapi juga Riana Kusuma Astuti selaku pemilik Batik Riana Kesuma.

“Batik sebagai salah satu hasil karya bangsa Indonesia patut kita lestarikan, termasuk anak-anak muda barista perlu memahami tentang batik dan mencintai produk hasil karya bangsa yang membanggakan ini sebagaimana layaknya anak muda mencintai kopi,” ujar Riana (1/10/2021).

Para barista menyampaikan sejarah lahirnya kopi di Indonesia yang telah dimulai pada zaman VOC  dan perkembangan kopi di Indonesia, kopi-kopi terbaik di Indonesia dan mengapa Hari Kopi Sedunia dicanangkan  pada 1 Oktober 2021.

Lahirnya kopi di Indonesia berawal dari sejak tahun 1696 yang dibawa VOC dari India dan ditanam di daerah Jakarta Timur kemudian berkembang hingga menyebar ke pelosok Indonesia.  Acara yang diselenggarakan oleh O’nee Kopi ini juga sebagai rangkaian dari grand opening  kafe yang terletak di Bintaro Sektor V  pada tanggal 2 Oktober 2021 yang bertepatan pula dengan Hari Batik Nasional.

Kafe ini didesain dengan konsep modern etnis serta menghadirkan semua produk produk UMKM dengan tujuan untuk mendukung hasil karya UMKM yang perlu dibantu keberlangsungannya. Terlihat dari kopi-kopi yang digunakan untuk racikan minuman berasal dari berbagai daerah di Indonesia di antaranya : Gayo Aceh, Ijen Malang, Kintamani dll , produk cangkir keramik dari Yogya, kursi jati dan rotan dari Jepara dan produk lainnya dari Indonesia.  “Hal ini menandakan bahwa produk UMKM Indonesia merupakan produk berkualitas yang patut kita banggakan,” kata Harriny Joelianty, salah satu pendiri O’nee Kopi.

Pada hari Batik Nasional dengan tema Batik for All diadakan pula dialog bersama para wanita karier dengan berbagai profesi (dokter gigi, notaris dan psikolog) dan anak-anak  milenial serta anak berkebutuhan khusus yang sejak lama telah menggunakan batik pada perhelatan tertentu.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)