Sinergi Tiga Kebijakan untuk Perkuat Potensi Ekonomi

Kondisi ekonomi makro dan global akan memengaruhi arah kebijakan Pemerintah Indonesia di tahun 2018. Ekonomi dunia tumbuh 3% setelah terjadinya krisis global dan tahun ini diprediksikan tumbuh 3,6%.

Indonesia sebagai negara yang perekonomiannya mengandalkan pertumbuhan ekspor akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan pertumbuhan yang didorong dari peningkatan volume perdagangan dunia dan transaksi perdagangan antar negara. Namun, menurut Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, pemerintah mengantisipasi adanya headwind yang akan berpotensi memperlambat lajunya ekonomi dunia.

Masalah politik global seperti tahun 2017 di mana banyak diselenggarakan pemilu di berbagai negara, masih diwarnai isu nasionalisme dan inward-looking sangat kental, akan memberi dampak kepada kebijakan perdagangan yang cenderung proteksionis. “Hal lain yang harus dilihat sebagai faktor yang akan memengaruhi ekonomi dunia adalah tren atau arah kebijakan moneter dari negara-negara maju. Sehingga negara-negara berkembang harus siap menghadapi kecenderungan suku bunga global yang relatif lebih tinggi,” ungkapnya.

Kebijakan ekonomi Indonesia dikenal cukup memiliki rekam jejak yang baik. Kebijakan yang baik dan hati-hati menjadi salah satu sumber stabilitas. Kepemimpinan Presiden Jokowi yang berorientasi pada solusi dan pragmatis juga mendukung kebijakan ini. “Ini harus dimunculkan dari berbagai langkah, dari kebijakan fiskal APBN, kebijakan sektoral kemenetrian, atau kebijakan regional Pemda,” jelasnya.

Kebijakan ekonomi terdiri dari tiga area, yaitu kebijakan fiskal dari APBN, kebijakan moneter, dan kebijakan sektor riil. Senergi atas ketiganya ini diperlukan untuk menghasilkan dampak yang positif. Kebijakan fiskal untuk ekonomi Indonesia ditujukan untuk memperkuat potensi ekonomi yang dimiliki. “Pengembangan manusia adalah fokus yang harus ditingkatkan. Pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan mencapai Rp440 triliun di tahun 2018,” ujarnya.

Dana pendidikan yang digelontorkan pemerintah hampir 2/3 dibelanjakan melalui daerah, pemerintah provinsi ataupu pemerintah kabupaten/kota. Di bidang kesehatan, anggaran sebesar Rp105 triliun untuk 2018. Total, Indonesia akan membelanjakan hampir Rp550 triliun hanya untuk dua sektor tersebut. “Untuk infrastruktur, jumlah anggarannya mencapai lebih dari Rp400 triliun di tahun 2018,” ungkapnya.

 

Reportase: Jeihan Kahfi Barlian

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)