Sinergi Wujudkan DIY Tanpa Sampah Pangan 2025

CEO Surplus.id Muh Agung Saputra (kanan)

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menjajaki kerja sama dengan PT Ekonomi Sirkular Indonesia atau Surplus.id, aplikasi yang concern akan lingkungan dengan mengampanyekan zero waste. Aplikasi ini digadang-gadang menjadi upaya mengurangi volume sampah makanan (food waster) yang cukup tinggi di Indonesia.  

Penandatanganan ini dilakukan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan CEO Surplus.id Muh Agung Saputra (31/12/2021).  Sultan Hamengku Buwono X mengapresiasi kerja sama dalam upaya pencegahan makanan berlebih menjadi sampah pangan di daerah istimewa Yogyakarta. "Kami mendukung  kerja sama Surplus. Ini langkah baik menuju ketahanan pangan 2025 tanpa food waste”, katanya.

Menurutnya, sampah makanan yang dihasilkan setiap hari tak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga ekologi dengan menghasilkan emisi gas rumah kaca. Pengurangan sampah makanan perlu segera dilakukan untuk mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs yaitu mengurangi 50 persen sampah makanan di 2030.

Mengacu data, wilayah Yogyakarta menghasilkan sekitar 240,56 ton sampah makanan/orang/harinya. Ini jumlah yg sangat fantastis. "Semoga kerja sama ini akan tetap sinergis , bersama-sama mencegah terjadinya makanan berlebih (overstock) menjadi sampah pangan dengan aplikasi Surplus. Saya intruksikan ke seluruh jajaran pemerintahan daerah untuk segera di tindaklanjuti kerja sama ini,” ungkap Sultan Hamengku Buwono X.

Sementara CEO Surplus berujar kolaborasi antar Pemerintah DIY  ini merupakan upaya kita bersama untuk mencegah terjadinya makanan berlebih menjadi sampah pangan yg dapat menjadi kerugian finansial bagi pelaku usaha. Sinergi ini guna membentuk DIY Food Smart City untuk DIY tanpa sampah pangan di tahun 2023.

"Kami akan terus menggandeng pemerintah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama memberikan solusi penanganan volume sampah makanan terutama di daerah DIY saat ini”, kata Agung. Dia mengatakan, dengan aplikasi Surplus ini, pihaknya ingin memberikan solusi untuk membeli makanan yang belum terjual dari toko makanan sebelum waktu tutup dengan diskon minimal 50%.

"Setidaknya memberikan win win solution kepada toko makanan sebelum mereka membuang makanannya sehingga mereka masih mendapat ke untungan dengan tidak membuang sampah makanannya”, ujar Agung.
Jadi Surplus dapat mempermudah bagi pemilik tempat usaha di sektor makanan seperti restoran, kafe, toko roti, dan sebagainya untuk menjual makanannya yang belum habis terjual atau mendekati masa kadaluarsa.

Agung mengaku, aplikasi ini efektif dan bermanfaat bagi pemilik bisnis, konsumen, maupun masyarakat untuk mengurangi sampah pangan. Hal Ini sudah terbukti selama 1 tahun belakangan ini aplikasi Surplus telah  berkontribusi mengurangi sampah makanan di Indonesia sebanyak 1 ton setiap bulannya. Mencegah kerugian 100 juta dari makanan yangg terselamatkan dan juga mencegah emisi 50 ton CO2 yang akan dihasilkan

Sebagai informasi tambahan, Surplus telah menggandeng Jakpreneur untuk meminimalisir limbah pangan yang dihasilkan oleh Koperasi, Usaha Kecil Menengah yang berada di DKI Jakarta. Dan pihaknya memberikan pelatihan hardskill manajemen kreasi makanan berlebih menjadi peluang yang diadakan tiap pekannya.

Surplus juga telah melakukan penandatangan MoU dengan pemerintah Bekasi untuk skema yang sama yaitu Bekasi Food Smart City 2023.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)