Singapura Serius Membangun Kawasan Ekonomi Khusus di Kendal

Hingga saat ini sudah ada 61 investor dari 8 negara yang investasi ke Kawasan Industri Kendal

Guna meningkatkan hubungan yang sudah baik dengan Republik Indonesia, Kedutaan Besar Singapura di Indonesia mengadakan pertemuan yang dihadiri Presiden Singapura, Halimah Yacob dan para pengusaha Indonesia di Shangri-La Hotel, Jakarta (4/2/2020).

Salah satu pengusaha yang diundang ialah Setyono Djuandi Darmono selaku founder dan chairman Grup Jababeka, perusahaan pengembang kota di Indonesia.

Pertemuan diharapkan dapat meningkatkan hubungan kemitraan dan menjadi jembatan untuk menginformasikan potensi investasi antar negara serta pengembangan proyek bisnis yang telah berjalan.

Tak terkecuali ketika Presiden Halimah bertemu S.D Darmono dan berdiskusi hangat. Hal itu karena Grup Jababeka merupakan partnership Singapura yang telah mengembangkan proyek bersama dengan Sembcorp dengan membuat proyek joint venture Kawasan Industri Kendal. Ia bertanya tentang sudah sejauh mana pengembangan Kawasan Industri Kendal yang telah mendapat status baru menjadi Kawasan Ekonomi Khusus.

"Sangat maju, karena dari dua pemerintah, baik Indonesia dan Singapura, sangat mendukung. Hingga saat ini sudah ada 61 investor dari 8 negara (Indonesia, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Japan, China, Hong Kong dan Malaysia) dengan total investasi Rp15,8 triliun, dan telah mempekerjakan 8.950 orang," jelas S.D Darmono di sela pertemuan tersebut.

Mendengar hal itu, Halimah merasa puas dan berharap dalam waktu dekat semakin banyak investor yang membuka pabrik di Kendal. S.D Darmono sendiri mengapresiasi perhatian Pemerintah Singapura, khususnya Presiden Halimah yang ikut mempromosikan Kawasan Ekonomi Khusus Kendal hingga bisa berkembang dalam waktu cepat.

Adapun sebelumnya Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita bertemu Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura, Chan Chun Sing di kantor Kementerian Industri, (28/1/2020) lalu. Mereka sepakat untuk menguatkan kerja sama bilateral untuk meningkatkan daya saing sektor industri, dengan meningkatkan investasi untuk implementasi program pendidikan vokasi. Di mana hal itu dipercaya akan mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)