Smartfren Dukung Komunitas Muda Tingkatkan Kreativitas

PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren) bersama Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) menjalin sinergi guna mendorong generasi milenial tingkatkan kreatifitasnya melalui dunia digital. Kali ini Smartfren mengusung kampanye #GoUnlimited yang digelar di 7 kota Indonesia. Gelaran ini didukung oleh komunitas-komunitas anak muda di daerah, termasuk Smartfren Community.

Mengelola komunitas muda sebenarnya bukan hal baru bagi Smartfren dalam menjaga kelekatan dengan pelanggannya. Sudah sejak 2015, operator seluler ini menggandeng Smartfren Community yang terbangun melalui grup Facebook. Komunitas ini sebenarnya terbangun organik, bukan oleh Smartfren, tapi oleh para pelanggan setianya sendiri pada 2011. Baru pada tahun 2015 komunitas ini resmi digandeng Smartfren.

Ketika baru digandeng komunitas ini baru berjumlah 17 ribu anggotanya, sekarang setelah 3 tahun naik menjadi 50 ribu. Dengan kekuatan komunitas yang dimiliki, Smartfren menggandeng Pemerintah dalam hal ini Bekraf dalam upaya mendorong meningkatkan kreativitas generasi milenial. Selain itu Smartfren juga mengajak Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) dari Perpusnas RI.

Menurut Chief of Brand Smartfren, Roberto Saputra, sebagai salah satu operator telekomunikasi, kehadirannya mestinya bisa dimanfaatkan seluas-luasnya untuk kepentingan masyarakat. "Itulah mengapa kami mengadakan kegiatan ini bersama Bekraf dan GPMB," katanya. Diharapkan ini dapat mendorong generasi go unlimited, tanpa dibatasi apa pun dalam mengembangkan kreatifitas. Dengan roadshow ke tujuh kota seperti Blitar, Purwokerto, Salatiga, Kediri, Purwakarta, dan Subang, yang merupakan secondary city, bersama narasumber dari Bekraf dan GPMB Perpusnas, dapat makin memacu generasi milenial melahirkan karya-karya terbaiknya. Apalagi pada acara tersebut juga dihadirkan local hero yang sudah mampu berkontribusi untuk kemajuan kotanya masing-masing.

"Bekraf tentu mendukung kegiatan positif ini. Kemajuan kreativitas di dunia digital yang dimotori generasi milenial perlu kita bekali dengan framework tentang pemahaman dan penghargaan terhadap hak kekayaan intelektual, khususnya hak cipta, sehingga karyanya bisa dilindungi dan diakui dunia," kata Deputi Fasilitas HKI dan Regulasi Bekraf, Ari Juliano Gema.

Di lain sisi, Bambang Supriyono Utomo, Ketua GPMB menuturkan gerakan literasi harus sejalan dengan perkembangan dunia digital, terlebih generasi milenial tumbuh dan besar bersama gadget dan ponsel pintarnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)