Solusi Generos untuk Cegah Anak Stunting Akibat Polusi | SWA.co.id

Solusi Generos untuk Cegah Anak Stunting Akibat Polusi

Kini, polusi udara menjadi ancaman yang serius bagi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang rentan sekali terkena penyakit jika terus terpapar. Jika anak-anak terpapar oleh polusi udara secara terus menerus dan tak segera ditangani secara serius bisa menyebabkan anak berisiko alami stunting.

Polusi udara sendiri terdiri dari
berbagai zat yang berbahaya berasal dari kendaraan bermotor, asap rokok, hingga limbah pabrik. Buruknya kualitas udara dari sebuah wilayah sering kali dikaitkan sebagai penyebab gangguan sistem pernapasan. Namun, polusi udara juga dapat berdampak pada perkembangan anak dan bisa mengganggu perkembangan kognitif anak.

Risiko gangguan kognitif akibat polusi udara akan semakin besar ketika anak berlanjut menghirup udara tercemar usai dilahirkan. Bahkan polusi udara yang masuk melalui saluran pernafasan anak bisa sampai mengalir ke dalam otak. Hal tersebutlah yang akan membuat otak akan mengalami peradangan dan bisa menyebabkan terjadinya penurunan fungsi otak.

Penurunan tersebut bisa terjadi lantaran hilangnya sel saraf penting secara progresif. Penurunan fungsi otak tersebutlah yang secara signifikan dapat menurunkan fungsi kognitif anak. Di satu sisi perkembangan otak anak masih dalam proses pertumbuhan, sehingga ketika ada gangguan seperti paparan polusi udara maka akan berdampak lebih buruk.

Selain dengan gangguan kognitif, polusi udara juga berkaitan erat dengan stunting pada anak. Dikutip dari podcast yang diunggah di Youtube Official Generos, dr. Hans Natanael, Sp.A menjelaskan apa yang disebut dengan stunting. "Jadi stunting ini memang adalah suatu kondisi stunted atau pendek, jadi memang kalau kita ukur panjang badan anak atau tinggi badan anak berdasarkan usianya dia masuk kategori pendek,” ungkap dr. Hans.

Menurut dr Hans, ada suatu kondisi malnutrisi kronis, yang menyebabkan anak tidak berkembang sesuai dengan usianya. Dia mengungkapkan stunting tidak hanya menurunkan imunitas anak saja, tapi akan menurunkan kognitifnya juga. Jadi, stunting dan penurunan fungsi kognitif atau kecerdasan ini saling berkaitan satu sama lain. Stunting dapat menurunkan tingkat kecerdasan anak sekaligus menurunkan imun tubuh sehingga membuat anak rentan sakit. “Stunting tidak hanya menyerang imunitas anak, bahkan sampai menurunkan kognitif anak. Jadi, kecerdasan anak itu juga berpengaru," ungkapnya.

Sementara dr. Aisya Fikritama, Sp.A mengungkapkan orang tua banyak yang salah menilai tentang stunting.
“Kebanyakan orang tua menilai stunting hanya dilihat dari tinggi badan saja. Padahal,  stunting itu juga menyebabkan gagal tumbuh pada otak, jadi tidak secara fisik saja,” jelasnya.

Jika anak terkena stunting, nantinya jika sudah tumbuh ke usia sekolah, akan memengaruhi konsentrasinya untuk belajar. Dan polutan yang banyak dihirup oleh anak bisa juga dapat mengakibatkan gangguan pada sistem pernapasan, sirkulasi oksigen yang teganggu membuat jumlah oksigen dalam tubuh menjadi lebih rendah. Ketika sirkulasi terganggu, oksigen yang dibawa akan menjadi lebih rendah dan anak akan kekurangan oksigen secara deficit minor. Jika hal itu terjadi secara terus menerus, jangka panjang akibatnya pertumbuhan menjadi lebih lambat.
Jika anak-anak yang mengalami stunting di usia dini, maka IQ atau kecerdasannya rendah saat usia 40 tahun nanti.

Hal ini membuat intervensi tepat pada anak stunting tidak bisa sembarangan dan harus sesuai arahan dan pantauan dari dokter. Jika tidak dilakukan intervensi tepat, akan menghasilkan berat bayi rendah yang akan mencetuskan stunting baru.

Maka dari itu, orang tua harus berperan penting untuk menjaga kesehatan anak, lantaran polusi udara yang kian hari kian memburuk keadaannya. Seperti yang diungkapkan oleh dr Hans , orang tua bisa mempersiapkan dengan mengambil dua sisi, yakni sisi luar maupun sisi dalam. Mempersiapkan sisi luar, orang tua tentunya harus menjaga anak agar tidak terkena polusi udara.

Maka dari itu, jika anak tidak mendapatkan nutrisi dengan baik, orang tua harus memilih multivitamin yang baik agar menjaga kesehatan anak. "Orang tua tak perlu bingung lagi untuk memilih vitamin apa yang harus diberikan kepada anak. Salah satunya dengan produk Generos," ujarnya.

Dr Aisya menjelaskan kandungan yang terdapat di Generos bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Kandungan seperti madu hutan berguna untuk menunjang kesehatan saluran cerna, untuk pegagan dan ikan sidat itu bagus untuk perkembangan otak anak.
Kandungan dari mengkudu dan  temulawak bagus untuk menunjang kekebalan tubuh atau imunitas Si Kecil.

Swa.co.id

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)