Solusi Packing Vago untuk Travellers Indonesia

Aktivitas traveling semakin populer. Mulai dari traveling dengan suasana hiruk pikuk kota modern hingga ke berbagai pemandangan yang indah.

Kebiasaan yang tidak dilupakan traveller adalah membawa souvenir atau oleh-oleh belanjaan sebanyak mungkin. Karena ukuran bagasi atau koper yang terbatas, bagaimana cara menyimpan barang yang lebih banyak? Membeli tas baru hanya untuk menaruh oleh-oleh tentu bakal lebih merepotkan.

Hal inilah yang mengilhami Creation Cell, startup asal Taiwan, untuk mengatasi permasalah tersebut dengan mengembangkan produk inovatif yaitu Vago Baggage Compressor. Perangkat mungil ini mampu memampatkan barang bawaan di dalam tas atau koper untuk menciptakan ruang ekstra.

“Vago adalah perangkat kecil yang dapat Anda bawa dengan mudah saat bepergian. Bisa memampatkan (kompres) baju secara otomatis yang menciptakan ruang ekstra hingga 50% dalam bagas. Sehingga dapat memasukkan aneka souvenir untuk dibawa pulang ke rumah tanpa perlu membeli koper tambahan,” kata Yuyun Muljadi, Product & Marketing Manager PT Axindo Infotama, distributor resmi Vago Baggage Compresor untuk pasar Indonesia.

Yuyun menambahkan, berdasarkan riset internal Vago, bahwa pakaian, tas dan bahan lembut lainnya adalah yang menggunakan sebagian besar ruang di tas koper. Namun, sesungguhnya sebagian besar volume bahan ini kebanyakan ditempati oleh udara. “Dengan kata lain, kita membawa banyak udara di dalam koper selama bepergian. Smart Vago menggunakan kompresor vakum untuk mengeluarkan udara dari pakaian dan mendapatkan lebih banyak ruang,” ungkapnya.

Ukuran Vago hampir sama dengan telur. Dengan dimensi panjang hanya 70 mm dan berat 85 gram, membuat alat ini mudah untuk dibawa selama perjalanan Anda. Perangkat ini memiliki sensor cerdas untuk mendeteksi tekanan dan mampu berhenti secara otomatis setelah kompresi penuh, sehingga menghemat waktu dan energi.

Cara pengoperasian Vago sangat sederhana, yakni hanya dibutuhkan empat langkah instant. Pertama, memasukkan aneka pakaian ke dalam vacuum bag. Kemudian, menempelkan Vago pada tempat yang disediakan. Selanjutnya, menyambungkan kabel ke colokan atau stop kontak. Terakhir, menekan tombol Vago dan menunggu beberapa saat sampai lampu indikator berubah menjadi warna hijau.

Vago memakai adapter dan kabel jenis micro-USB universal. Kalaupun tidak menemukan colokan selama perjalanan, bisa juga menggunakan daya dari power bank. Sehingga konsep portabilitasnya benar-benar dimaksimalkan.

Butuh waktu yang tidak singkat untuk proses pengembangan Vago. Pada awalnya, tim Creation Cell yang didirikan oleh Jennifer Lee dan Leon Chao mewawancarai sejumlah besar pelancong atau travelers dan menemukan bahwa setiap orang tertarik untuk menciptakan ruang ekstra di barang bawaan mereka.

Sebelum diproduksi secara massal, agar pengembangan ini bisa terwujud, Vago telah membuat kampanye proyek di Kickstarter dengan target perolehan dana US$30 ribu. Di luar dugaan, antusiasme dari para donatur di seluruh dunia terutama para travelers sangat tinggi. Sehingga bisa mengumpulkan dana pengembangan sampai US$473,098 dari 9.182 pendukung.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)