Solusi Pergudangan Sistem Omni Channel

Di era digital ini, perkembangan bisnis omni-channel semakin pesat. Merek yang sebelumnya mengandalkan mitra ritel untuk mendistribusikan produk, kini sedang berlomba untuk meningkatkan pendapatan, margin, dan hubungan pelanggan melalui perluasan Direct to Consumer (DTS) atau bisnis langsung ke konsumen.

Perluasan ini dapat difasilitasi melalui e-commerce atau media sosial. Menurut Forbes, saat ini jumlah produsen tersebut meningkat sebanyak 70% tahun 2018. Sementara itu, gudang tradisional belum menerapkan sistem yang disesuaikan dengan pesanan DTC skala kecil.

Menyikapi hal tersebut, Manhattan Associates, perusahaan penyedia teknologi untuk menyatukan proses hulu ke hilir lewat eksekusi supply chain, menyempurnakan sistem miliknya, Warehouse Management Solution (WMS). Eddie Capel, CEO Manhattan Associates, mengklaim bahwa sistem tersebut dapat meningkatkan fleksibilitas pesanan, memaksimalkan pemanfaatan aset, dan memperluas mobilitas alur kerja.

Peningkatan kecepatan dan efisiensi, visibilitas serta sistem yang lebih dapat diandalkan menjadi kebutuhan di seluruh rantai pasokan, hal tersebut memengaruhi operasi gudang. "Kami menyempurnakan solusinya, manajemen gudang, lengkap dengan pengoptimalan kecerdasan baru, perangkat-perangkat orkestrasi aset dan ketangkasan tenaga kerja, sebagai jawaban perubahan kebutuhan yang akan terus ada tersebut,” tuturnya di Jakarta (18/9/2018).

Manhattan memberikan tiga solusi pergudangan yang utama. Pertama, arus pesanan. Gudang tidak lagi menunggu barang mencapai kuota tertentu untuk dikirim, tapi sudah mengandalkan order streaming yang secara dinamis mengelola pemrosesan pesanan dalam waktu lebih singkat, akurat dengan tingkat layanan lebih tinggi. Kedua, Warehouse Execution System yang dapat mengatur alur kerja di seluruh aspek sumber daya dengan efisien. WES ini dibangun untuk mengintegrasikan segala jenis otomatisasi secara cepat dan lancar. Ketiga, kontrol distribusi terpadu, yaitu tampilan antarmuka yang responsif dan intuitif. Jadi, supervisor dan manajer dapat memonitor kerja di kondisi di dalam pabrik secara real time.

Manhattan bekerja sama dengan Intramega Global dalam kiprahnya di Indonesia. Perusahaan yang didirikan tahun 1990 tersebut telah bekerja dengan lebih dari selusin perusahaan, termasuk industri fashion, makanan, ritel, e-commerce dan distributor perdagangan di Indonesia.

William Atmaja, GM Automation Division PT Intramega Global, menjelaskan bahwa apa yang ditawarkan Manhattan dapat meningkatkan efisiensi penyedia gudang, “Karena sistem konvensional dan e-commerce berbeda dari segi mobilitas barang, biasanya gudang memisahkan dua jenis korporasi ini. Namun dengan teknologi WMS, keduanya dapat berjalan beriringan tanpa harus membangun gudang yang berbeda,” jelasnya.

Ke depan, Manhattan berencana akan melakukan perekrutan konsultan solusi, pemimpin proyek, manajer layanan pelanggan, dan profesional lainnya di bidang digital yang berfokus pada inovasi dan dapat memberi dampak dalam revolusi perdagangan yang sedang berlangsung. Korporasi yang memiliki 1.200 pelanggan global ini akan terus membangun hubungan dengan Intramega Global.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)